17 Desa Tunggu Penanggulangan Jalan Amblas

0
79

kop-dalam-berita

oleh Dayat – foto Dayat

beritasebelas.com,Lahat – Warga 17 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan Pumi menantikan tindakan cepat dari instansi terkait, atas amblasnya ruas jalan menuju dan keluar wilayah itu di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat. Ancaman ruas jalan itu putus pun makin nyata, sebab sejak amblas pada Minggu 27 November 2016 lalu, kini titik amblas terus melebar.

longsor-pumu
[Kondisi ruas jalan amblas menuju dan keluar wilayah di Desa Gunung Kerto, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat]
Hujan yang turun setiap hari, membuat badan jalan terus amblas ke dalam aliran Sungai Manna, bahkan badan jalan pun mulai retak, akibat terjangan luapan sungai.

“Ada 14 desa Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan 3 desa Kecamatan Tanjung Sakti Pumi didalam sana. Amblas terus terjadi, kami berharap penanggulangan secepatnya,” kata Jaya, salah seorang guru yang hilir mudik menggunakan ruas jalan ini.

Jaya memastikan sangat besar akibatnya bila ruas jalan ini sampai lumpuh. Sebab belasan ribu jiwa berada di 17 desa itu, dan ruas jalan itu satu-satunya akses menuju dan keluar wilayah itu.

“Sudah ada yang memantau, tapi baru memantau saja, belum ada tanda-tanda akan dipenangulangan bencana. Padahal tiap hari terus amblas dalam sungai, lihat saja sudah lebih setengah badan jalan yang amblas,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Lahat Nopan Firmansyah mengakui ruas jalan penghubung itu membutuhkan penanggulangan secepatnya.

“Ada ribuan warga bermukim di sana. Jalan ini satu-satunya, ya jalan itu. Kalau tidak segera di tanggulangi, bisa putus kalau Sungai Manna meluap lagi,” kata wakil rakyat Dapil Tanjung Sakti ini, usai meninjau lokasi bancana.

print