200 Ribu Peserta Tunggak Iuran BPJS Cabang Palembang

0
42

Yudi

BPJS Lakukan Inovasi dan Terobosan Baru Tingkatkan Mutu Layanan

beritasebelas.com,Palembang – Mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014 lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palembang sampai Juni 2017 jumlah peserta pengguna layanan BPJS mencapai 2.477.419 Jiwa  yang mencakup Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir.

Mirisnya kondisi ini tidak dipatuhi oleh peserta BPJS, pasalnya pengguna layanan BPJS ini banyak yang menungak iuran. Demikian disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Diah Sofiawati, Selasa 22 Agustus 2017, saat Diskusi Panel JKN-KIS Terhadap Pembangunan Ekonomi Gedung BPJS Palembang Jalan R Soekamto Palembang.

[Kepala BPJS Cabang Palembang Diah Sofiawati dan Humas Palembang Hendra msaat melakukan konperensi pers – Foto Yudi beritasebelas]
Dikatakannya, tunggakan iuran BPJS yang mencakup Wilayah Cabang Palembang mencapai 200 ribu peserta.

“Tunggakan ini sudah berjalan sejak 2014 lalu, dimana hingga 2017 ini jumlah tunggakan mencapai Rp 53 miliar,” kata Diah.

Diah mengungkapkan, jika jumlah proyeksi penduduk capaian Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan, khusus di wilayah cakupan Palembang juga menjadi PR, karena saat ini belum mencapai target.

“Untuk di BPJS Cabang Palembang baru mencapai 60 persen dan kita masih ada PR sebesar 10 persen lagi. Meski begitu, di akhir 2017 yang tinggal tiga bulan ini kita optimisi bisa mencapai 70 persen capaian program JKN-KIS,” jelasnya.

Menurutnya, belum tercapainya program JKN-KIS tersebut memiliki banyak faktor, diantaranya masyarakat masih rendah untuk membayar, sehingga harus dibantu pemerintah.

Kemudian di wilayah cakupan BPJS Cabang Palembang ini aksesnya memiliki tantangan yang cukup jauh untuk mendaftar kepesertaan. Misalnya di Ogan Komering Ilir.

“Kita belum mencapai 70 persen untuk kepesertaan. Tapi kita sudah membuka layanan untuk mempermudah, namun kebanyakan mereka itu tadi tak mampu untuk membayar dan ini merupakan peran penting Pemda,” ungkapnya.

Untuk mencapai target, sambung dia, pihaknya melakukan perluasan kanal pendaftaran demi mempermudah masyarakat dalam mendaftarkan diri dan anggota keluarga sebagai peseta program JKN-KIS untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan.

“Perluasan kanal pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan, seperti di mall dan lainnya. Jadi masyarakat tak perlu antre di Kantor BPJS,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan pendaftaran di kantor cabang, kantor layanan operasional kabupaten/kota, website dan bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, seperti melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.

“Kita juga mengembangkan pendaftaran melalui Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, kantor kelurahan, kantor kecamatan, pendafataran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan melalui Kader KJN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN,” singkatnya.

print