Ada 2 Ormas Terlarang di OKU, Salah Satunya Diduga HTI

0
660

[ Kasi Intel Kajari OKU Abu Nawas – foto : IST ]

Bagus

beritasebelas.com, Baturaja – Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sudah memantau 2 pergerakan organisasi yang dianggap menyalahi aturan dan bertentangan dengan Pancasila serta UUD 45

Ditemui disela-sela acara Penyuluhan Pengawasan Terhadap Perkembangan Budaya dan Adat Istiadat Masyarakat di Bidang Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Senin (8/7), Kasi Intel Kajari OKU Abu Nawas menjelaskan kedua organisasi ini pertama, diduga kuat organisasi yang sudah dibubarkan HTI, yang berkamuflase menjadi Majelis Tafsir Al-Quran

Dikatakan Abu, didalam kajiannya Majelis Tafsir ini kebanyakan tentang Islam akhir jaman,” kajiannya membuat muslim terkotak-kotak. Dimana dalam kajian tersebut pengikutnya dikatakan memang Islam sejati, ada juga yang islam tapi bukan islam, jadi muslim itu terkotak-kotak,” kata Abu

Kemudian organisasi yang kedua yakni organisasi Yahuwa. Organiasasi yang sering melakukan perkumpulan diwilayah Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur ini lebih parah lagi. Organiasasi ini mencampur adukan beberapa agama.

“ Ini lebih kepada agama Nasrani. Dalam kajian organiasasi tersebut mereka mempercayai masih ada agama lain selain Kristen dan katolik. Untuk ini sudah dipantau oleh Kominda tinggal menunggu saja,” katanya

Pada initnya kaya Abu setiap organisasi yang dianggap radikal itu organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten OKU, H Iskandar Azis saat dihubungi via telepon mengatakan belum mendapat informasi terkait adanya organisasi Islam terlarang yang masuk ke OKU. Namun MUI siap melakukan pemantauan terhadap organisasi HTI yang katanya berkamuflase menjadi Majelis Tafsier tersebut.

“ Kita akan pantau itu, namun jika selagi tidak menyimpang dengan agama dan pancasila serta UUD 45 ya sah-sah saja,” pungkas Iskandar

print