Aksi Pengeroyokan Menewaskan Korban Ridho Inanka di Rekonstruksi

0
5

Dudi

beritasebelas.com,Palembang – Ahmad Riyandinata (18) harus menghabiskan hari-hari dibalik jeruji besi penjara, karena terlibat aksi pengeroyokan menewaskan korban Ridho Inanka (16), setelah terlibat pertikaian di depan Asrama Zidam II Sriwijaya, Jalan Talang Kerangga, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Warga Jalan Kapten A Rivai, Lorong Batu Karang, Kelurahan 26 Ilir Palembang ini tak berkutik saat dijemput anggota Unit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang dan untuk melengkapi berkas pemeriksaan, aparat kepolisian menggelar rekonstruksi adegan pengeroyokan yang terjadi pada 25 Juli lalu itu, Sabtu 7 September 2019.

Dalam rekonstruksi yang digelar di halaman Mapolsek IB I Palembang itu terdapat sembilan adegan, hingga membuat korban terkapar di jalan dengan luka tusuk di perut kanan tak jauh dari lokasi kejadian.

Adegan pertama tersangka dijemput saksi Farhan Sutomi dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari orang yang telah melakukan penganiayaan terhadap Farhan. Lalu keduanya pergi dan tersangka membawa sebilah celurit, setelah berkeliling keduanya tak bertemu dengan orang yang mereka cari.

Namun bertemu Aweng (DPO), rekannya yang lain yang sedang berada di depan Asrama Zidam, saat ketiganya sedang bercerita, melintas korban bersama kedua rekannya dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian Aweng mengatakan kalau dirinya pernah dicelakai sambil menunjuk ke arah korban yang dibonceng.

Tanpa banyak bicara tersangka Riyan langsung menyabetkan celurit dan mengenai lengan  kanan saksi Rangga yang duduk di tengah, lalu sabetan senjata tajam tersebut menembus perut kanan Ridho dan saat itu juga rekan korban berusaha lari dengan memacu sepeda motor.

Namun belum jauh, korban yang menderita luka serius terjatuh dari sepeda motor dan korban meninggal dunia setelah dibawa ke RSMH Palembang, sedangkan tersangka kabur dengan mengendarai motor bersama saksi Farhan.

Kapolsek IB I Palembang Kompol Masnoni mengatakan, bahwa rekonstruksi ini digelar untuk memperjelas tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal yang dilakukan tersangka, sekaligus untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Tersangka bersama kelompoknya sengaja membawa sajam untuk menyerang orang yang menurut mereka pernah menyerang mereka. Tapi, mereka ini salah sasaran hingga korban yang dibacoknya meninggal,” ujar Masnoni usai menggelar rekonstruksi, Sabtu 7 September 2019.

Dirinya menambahkan, atas perbuatan tersebut tersangka akan dijerat Pasal 170 ayat 3 KUHP dan saat ini pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap satu lagi pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini.

Sedangkan tersangka Riyan mengaku ia tak mengenal korban dan awalnya sedang di bengkel tak jauh dari rumah dimintai tolong oleh rekannya yang mengaku sudah menjadi sasaran penganiayaan oleh seseorang.

“Aku diajak dan disuruh bawa celurit itu, awalnya bukan mau membunuh, cuma mau aku lukai saja, tapi aku terkejut, karena gas motor tertarik, jadi celurit itu mengenai korban,” kata  Riyan menyesal saat digirin petugas ke sel tahanan usai menjalani rekonstruksi.

print