Anggaran Perubahan, Pemkab Banyuasin Fokus Bayar Hutang

0
18

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Tak tanggung-tanggung pihak Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhutang mencapai ratusan milyar, ke para pemborong atau pihak ketiga, Hal itu membuat menjadi PR besar bagi pihaknya.

Disampaikan, Masparizal, Bendahara Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah , (DPPKAD), Kabupaten Banyuasin dirinya mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin masih terhutang ke pemborong atau pihak ke tiga sebesar Rp 90 milyar, Oleh karena Itu diusahakan di perubahan Anggaran Belanja Tahunan akan di bayar.

“Total hutang sebelumnya Rp 170 milyar dan telah dibayar Rp 80 milyar sisanya tinggal 90 milyar lagi, Untuk itu, nantinya sumber keuangannya dari Provinsi pusat atau dari pendapatan daerah sendiri. Jadi di ABT ini kita prioritaskan bayar hutang terlebih dahulu.” Ucapnya

Dari data yang di himpun, pendapatan daerah Kabupaten Banyuasin tahun 2017 yang diusulkan dalam RAPBD tahun 2017 direncankaan sebesar Rp 1.806.426.677.999,37. Jumlah ini turun jika dibanding APBD tahun 2016 yang disahkan sebesar Rp 1,904,511,507,574.

Sedangkan Belanja tahun 2017, diestimasikan sebesar Rp 1.842.700.546.341,37 sehingga defisit masih sebesar Rp 36.273.868.342. Kemudian, penerimaan pembiayaan Rp 41.273.868.342 dan pengeluaran pembiayaan Rp 5 Miliar dengan biaya Netto Rp 36.273.868.342.

Kebijakan dan Strategi daerah untuk mencapai target pendapatan tahun 2017 secara unum dilakukan dengan mengupayakan sebesar mungkin melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan elemen pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Sumsel serta Kabupaten/Kota Perbatasan untuk penanganan masalah-masalah pembangunan di Kabupaten Banyuasin, khususnya dari aspek sumberdaya keuangan.

PAD tahun 2017, diestimasi meningkat sebesar Rp 13.587.760.317 atau 14,42 persen dari anggaran tahun 2016 sebesar Rp 94.171.398.677. Dengan demikian PAD tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp 107.759.158.994

 

 

print