Angka Anak Putus Sekolah Turun di Sumatera Selatan

0
12
[Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumsel Bonny Syafrian – Foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Akselerasi program sekolah gratis di Sumatera Selatan ternyata berdampak signifikan, bukan hanya soal prestasi pelajar di Sumatera Selatan yang mencapai Internasional, tapi juga berdampak pada penurunan angka anak putus sekolah.

Bahkan, berdasarkan dari data Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan  mencatat  pada 2018 terjadi penurunan anak putus sekolah untuk jenjang SMA di banding tahun lalu.

Demikian disampaikan Kepala bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Selatan  H Bonny Syafrian SE MM, Senin 24 September 2018. Dikatakan,  jumlah anak putus sekolah jenjang SMA pada 2017 mencapai 0,75 persen atau sekitar 2.250 dari total 300 ribu siswa.

“Angka ini terjadi penurunan signifikan dibanding 2016 mencapau 1,02 persen. Meski persentasenya turun, namun jika di hitung masih sekitar dua ribuan lebih yang putus sekolah,”ujar Bonny.

Lanjut dia, ada banyak faktor penyebab anak usia SMA putus sekolah, diantaranya faktor keluarga orang tua bercerai, masalah ekonomi dan jarak sekolah yang jauh dari rumah.

“Untuk faktor jarak sekolah yang jauh, kita membuat kebijakan agar sekolah terdekat menerima anak tersebut walaupun melebihi daya tampung. Artinya, siswa boleh pilih sekolah terdekat dari tempat tinggalnya,”cetusnya.

Solusi ini misalnya,  jika dalam satu kelas berdasarkan aturan pusat maksimal 36 siswa, jika faktor jarak sekolah lain jauh maka sekolah dekat rumahnya harus menerima. Dengan catatan memberikan surat keterangan tempat tinggal dari kades atau lurah.

“Keterangan  domisili dari perangkat desa harus dilampirkan dan diserahkan kesekolah tersebut,” ungkapnya.

Ia menegaskan, ketentuan tersebut tidak berlaku untuk SMA yang ada di kota Palembang, mengingat jumlah sekolah yang sudah banyak terutama swasta.

“Aturan memang mewajibkan satu kelas paling banyak 36 siswa. Tapi jika kondisi di daerah pelosok  jarak tempuh saja 7-10 kilometer makanya diambil keputusan seperti ini,”tegasnya.

Lanjut dia bahwa, aeiring dengan peralihan pengelolaan dari kabupaten/kota ke provinsi, sejumlah perkembangan yang positif dicapai SMA se-Sumsel. Untuk angka partisipasi kasar (APK) meningkat dari 82,02 persen (2016) menjadi 88,92 persen (target 2018).

“Artinya, upaya pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam hal pendidikan meningkat tajam. Dan mudah-mudahan prestasi ini terus akan berlanjut,” pungkasnya.

 

print