Balita Penderita Gizi Buruk di OKU Hembuskan Napas Terakhir

0
30

Bagus

beritasebelas.com, Baturaja – Seorang balita penderita gizi buruk di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.30 Wib di Rumah Sakit Noer Hasmir (DKT) Sabtu 29 Juli 2017 setelah dilakukan perawatan selama satu malam.

Nyawa NV balita 9 bulan warga Kemiling Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur ini, tidak bisa tertolong lagi lantaran selain gizi buruk yang dideritanya, NV juga menderita penyakit Bronkopneumonia di mana penyakit tersebut menyerang saluran pernafasan NV.

Kepala Dinas Sosial OKU Saiful Kamal saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya membenarkan adanya informasi tersebut, namun kata dia, pihaknya belum mengetahui persis apakah gizi buruk atau ada penyakit lain yang menyebabkan kematian NV

“Semalam (Jumat, 28 Juli 2017) saya dihubungi Dr Rika dari Rumah Sakit DKT yang menginformasikan jika ada penderita gizi buruk saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit DKT. Mendapat laporan tersebut, kita langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit, dan ternyata benar ada pasien gizi buruk dan tidak masuk dalam jaminan kesehatan BPJS serta dari keluarga yang kurang mampu,”kata Saiful.

Namun, kata Saiful, saat kita sedang melakukan kepengurusan BPJS ternyata balita NV tadi pagi pukul 05.30 Wib meninggal dunia.

”Karena batas wewenang kita hanya bagian tidak mampunya keluarga NV, untuk masalah kesehatan biar pihak Dinkes yang menjawab,”Lanjut Saiful.

Ditambahkan Saiful jika ditemukannya hal seperti ini segeralah secepat mungkin untuk melapor ke Dinas Sosial, agar cepat ditindak lanjuti.

”Jangan takut untuk melapor, dan jangan takut dimintai biaya, semua gratis karena sudah ditanggung oleh pemerintah, lagian untuk balita kan sudah ada program pemerintah yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Makanya kita minta para Kades, RT harus proaktif melakukan pemantau kepada warga Penyandang Masalah Kesejahteraan (PMK) terkhusus yang pempunyai penyakit baik menular atau tidak,”kata Saiful.

Nantinya, pihak Dinsos akan melakukan koordinasi dengan Baznas untuk memberikan bantuan dan tindakan kepada warga kurang mampu

print