BBPOM Pastikan Penjual Gunakan Formalin diproses Secara Hukum

0
15

Yudiansyah

beritasebelas.com,Palembang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengaku, penggunaan makanan yang mengandung formalin sudah semakin menurun, hal itu disampaikan Kepala Bidang Penindakan BBPOM Palembang, Tedy Wirawan disela-sela kegiatan talk show, Senin 13 Mei 2019.

“Pelanggaran ini pasti kami tindak, seperti di tahun 2018 lalu ada 5 pabrik yang juga dibawa ke pengadilan akibat membuat tahu dengan campuran formalin untuk diproses secara hukum,” ungkapnya.

Meski dilakukan proses hukum, tidak membuat para pendagang jera, pasti ada saja yang masih ditemukan  makanan yang mengandung formalin di semua pasar yang ada di Palembang, seperti tahu dan mie basah.

“Nyaris disetiap pasar kami temui makanan yang mengandung formalin, seperti Pasar Lemabang, 10 Ulu dan Pasar Jakabaring,” pungkasnya.

Kali ini, sambung Tedy, pihaknya tidak akan main-main dalam memberikan tindakan hukum terhadap pengusaha mie dan tahu yang menggunakan formalin dalam memproduksi kedua makanan tersebut.

“Kami akan bawa masalah ini ke hukum. Seperti kelima pabrik tahu yang sudah dibawa ke pengadilan. Tahun ini juga ada tiga pabrik tahu juga yang sudah kami bawa ke pengadilan, dua ada di Palembang dan satu ada di Muara Enim,” ulasnya.

Kendati sudah ada delapan pabrik tahu yang pihaknnya tindak, tidak membuat pihaknya puas. Bahkan dalam waktu dekat akan ada beberapa pabrik yang membuat makanan dengan campuran formalin yang akan pihaknya berikan sanksi.

“Kita akan terus memberikan tindakan terhadap pabrik yang sering membuat makanan bercampur formalin, seperti di Bukit, Padang Selasa, Kenten, Kamboja dan Tanjung Sari,” tegasnya.

Sanksi yang akan diterima oleh pabrik yang membuat makanan bercampur formalin adalah penjara maksimal 5 tahun.

“Perbedaan terlihat jelas mana makanan yang menggunakan formalin dan yang tidak menggunakan formalin, dimana makanan menggunakan formalin dapat bertahan sampai tiga hari demi meraup keuntungan,” terangnya.

print