Berdalih Mendapat Pinjaman, Oknum Kades Terjaring OTT

0
54

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Akhmad Kurnia (45) Kepala Desa Gramat, Kecamatan Merapi Selatan kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya, lelaki yang menjabat sebagai Kepala Desa Gramat ini diduga telah melakukan pemerasan terhadap PT LPPBJ. Dari tangan Akhmad Kurnia diamankan barang bukti uang tunai Rp 30 juta, yang diduga sebagai uang hasil pemeriksaan terhadap perusahaan batubara itu.

Aksi oknum Kades ini terendus pihak Kepolisian Kamis siang 24 Mei 2018. Tim Saber Pungli yang dipimpin AKP Ginanjar SIK, menerima informasi ada pemeriksaan yang dilakukan oknum Kades di salah satu tempat pencucian mobil di Kelurahan Bandar Jaya, Kota Lahat. Sekitar pukul 12.30 Wib, anggota Polisi yang berpakaian preman tiba dilokasi, dan benar saja petugas mendapati Akhmad Kurnia berada disana.

Saat dilakukan penggeledahan, dari tangan Akhmad ditemukan uang tunai Rp 30 juta, berikut buku tabungan atas nama dirinya. Oknum Kades itu langsung digelandang ke Mapolres Lahat, untuk dimintai keterangan.

Dihadapan Polisi, Akhmad mengakui telah menerima uang dari Roy Sitorus, yang merupakan manajemen PT LPPBJ. Namun, Akhmad berdalih uang itu merupakan pinjaman dari PT LPPBJ, untuk membangun jembatan desanya.

Namun keterangan Akhmad berbeda dengan keterangan manajemen PT LPPBJ, yang mengaku telah diperas sang Kades. Awalnya, Kades meminta uang Rp 100 juta, bila perusahaan itu masih ingin beraktifitas di wilayah desanya. Namun, perusahaan hanya mampu memenuhi permintaan sebesar Rp 30 juta.

“Modusnya mengancam menyetop aktifitas perusahaan, karena perusahaan memang beroperasi di wilayah Desa Gramat,” kata Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar SIK.

Bak barang dagangan, terjadi tawar menawar antara Akhmad dan pihak perusahaan. Perusahaan yang hanya mampu memberi Rp 30 juta, akhirnya diterima juga oleh Akhmad. Namun, uang itu diterima di salah satu pencucian mobil dalam Kota Lahat.

“Ngakunya hanya pinjam, untuk bangun jembatan. Barang bukti uang dan buku tabungan sudah kami amankan,” tambah Ginanjar.

Akhmad yang kini masih dalam tahap menjalani pemeriksaan, enggan memberikan keterangan apapun kepada awak media. Lelaki paruh baya itu hanya melontarkan pernyataan tidak ada kejadian itu. “Tidak ada dek,” ujarnya singkat.

Sedangkan Camat Merapi Selatan, Gemris Palo membenarkan bahwa salah satu Kades di wilayahnya terjaring OTT.

“Betul (OTT), tapi saya belum dapat penjelasan bagaimana kejadiannya. Ini saya mau ke Polres,” kata Palo, via selulernya.

print