Delegasi Simulasi PBB, Diikuti 30 Negara

0
36

Arto

[Syifa Salwa Salsabila Fauzan siswa SMA Negeri 17 Palembang – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Prestasi pelajar di Sumatera Selatan kini terus menukik hingga level Internasional. Kali ini, Syifa Salwa Salsabila Fauzan, salah satu siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Palembang berhasil menjadi delegasi mengikuti simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Internasioanal yang diselenggarakan oleh Global Goals Model United Nations (MUN) pada tanggal 13-16 April 2018 lalu di Malaysia.

Dikatakannya, dirinya terpilih sebagai salah satu peserta dari 370 orang yang berasal dari 30 negera. Setiap peserta diberikan topik-topik yang terkait dengan 17 tujuan global yang ditetapkan oleh PBB untuk mendorong para delegasi, untuk memahami setiap titik SDG, berbagi ide diantara para delegasi kejaringan, dan untuk meningkatkan komunikasi serta keterampilan diplomatik.

“Jadi disana itu kita seperti diskusi atau simulasi konferensi PBB internsional. Dan kita memilih 3 tema, tapi nanti panitia yang beri masukan kita cocok di tema yang mana dari 17 tujuan tersebut,” kata siswa kelas II IPA 8, Rabu 23 Mei 2018.

17 goal tersebut ialah, no poverty, zero hunger, good health and well-being, quality education, gender equality, clean water and sanitation, affordable and clean energy, decent work and economi growth, industry innovation and infrastructure, reduced inequalities, sustainable cities and communities, responsible consumption and production, climate action, life below water, life on land, peace and justice strong institutions, dan terakhir partnerships for the goals.

Lanjutnya, beberapa bulan sebelum berangkat, dirinya beri tahu dulu melalui email masalah negara Islandia tentang tidak ada kemiskinan.

“Setelah disana saya dapat goals yang pertama. Nanti setiap orang dikasih negara masing-masing, dan saya dapat negara Islandia mengangkat isu tidak ada kemiskinan di negara tersebut,” terangnya lagi.

Diakui, dirinya sempat nerves karena baru pertama kali ikut MUN, serta kecakapan bahasa inggris harus aktif. Dan dari Indonesia hanya terpilih 3 siswa tingkat SMA.

“Sulitnya harus mengajuin tentang kemiskinan negera Islandia, bagaimana bisa maju. Sedangkan Islandia sendiri sudah makmur,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan MUN, dirinya banyak mendapatkan link, meningkatkan bulik speaking, meningkatkan kemampuan menulis, serta belajar negosiasi dan diplomasi.

“Dari kegiatan ini saya banyak dapat pengalaman, dari yang gugup bicara depan umum, sekarang sudah mulai berani. Terus saya banyak mendapatkan teman baru dari negara lain,” terangnya.

print