Demi Tata Keindahan JSC Saat Asian Games, PKL Ditertibkan ke Dekranasda

0
18

Arto

[Suasana Pedagang Kaki Lima di area JSC Palembang jelang penertiban ke Dekranasda – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Otoritas Jakabaring Sport City (JSC) Palembang mengambil kebijakan tegas jelang Asian Games, demi kecantikan dan keindahan arena sentral tersebut. Pasalnya, area pusat olahraga Asian Games tersebut menjadi sorotan dunia saat multievent olahraga Asia tersebut.

Termasuk deretan Pedagang Kaki Lima (PKL) di JSC Palembang yang bakal di tertibkan dan dipindah ke area Dekranasda Palembang. Manajemen PT Jakabaring Sport City (JSC) bakal mentertibkan pedagang yang biasa berdagang di dalam areal kompleks olahraga tersebut. Sebab, gelaran Asian Games 2018 tinggal beberapa bulan lagi.

Terutama, yang ada di luar areal tribun utara stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ). Pengawas Keamanan dan Ketertiban JSC Rusli Nawi mengatakan, hal tersebut sudah sesuai instruksi dari Dirut PT JSC Bambang Supriyanto.

“Semua harus steril 1 Juli nanti. Minggu malam, akan kita instruksikan keluar,” ujar Rusli Nawi, Jumat 29 Juni 2018.

Para pedagang yang biasa mangkal di areal tersebut harus libur sementara terlebih dahulu. Gantinya, mereka akan diprioritaskan untuk menggelar lapak di areal Dekranasda Jakabaring.

“Kita lagi koordinasi dengan pihak sana, karena itu lingkup Dinas Perdagangan dan Koperasi. Jika bisa, akan kita prioritaskan mereka (Pedagang di GSJ) dulu,” tuturnya.

Rusli mengatakan, mereka harus libur terlebih dahulu sampai gelaran Asian Games usai. Sebab, selain untuk ketertiban selama gelaran, di sana bakal menjadi lahan areal parkir.

“Kalau aturan dari Inasgoc, memang radius 1 kilometer dari kompleks tidak boleh ada yang berjualan,” tegasnya.

Namun sayang, beberapa hari jelang penertiban masih banyak yang berjualan meskipun tidak banyak. Satu dari sekian banyak pedagang yang enggan disebutkan namanya, mengaku belum tau ke mana mereka akan direlokasi.

“Memang kami diberi tau harus pindah 1 Juli ini, tapi kami tak tau mau ke mana,” terang bapak dua anak ini.

Ia mengatakan, jika tak ada tempat saat direlokasi nanti maka ia mau tak mau tidak bisa berdagang. “Ya apa boleh buat. Kami di sini lah berdagangnya, ga ada lagi tempat,” jelasnya.

print