Diduga Tarik Uang 5 Juta Oknum Anggota Panwaslu OI Dilaporkan Ke Bawaslu

0
102

Yudi

beritasebelas.com,Palembang – Forum Mahasiswa Sumatera Selatan Peduli Demokrasi melakukan aksi demo penyampaian aspirasi ke  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan. Kedatangan mereka, dalam rangka meminta Bawaslu Sumatera Selatan mengusut tuntas adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Komisioner Panwaslu Ogan Ilir kepada Panwascam untuk mengeluarkan SK dan untuk Pelantikan.

[Forum Mahasiswa Sumatera Selatan Peduli Demokrasi melakukan aksi demo di depan Sekretariat Bawaslu Sumatera Selatan – Foto Yudi beritasebelas]
“Kedatangan kami kesini meminta Bawaslu Sumsel mengusut tuntas pungutan liar tersebut. Berdasarkan pantauan dan bukti yang kami punya.  Kami juga mengadukan hal ini secara resmi. Kami juga akan melaporkan kejadian ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan ke Kepolisian Daerah Sumsel, “ucap Febri Zulian saat menyampaikan orasinya di depan Sekretariat Bawaslu Sumatera Selatan, di jalan OPI Raya Jakabaring, Kamis 16 November 2017.

Sikap dan tindakan tidak terpuji ini lanjut Febri Zulian, akan berdampak buruk bagi seorang pengawas dimana nanti mereka dianggap tidak Independen dalam menjalankan fungsi pengawasan, apalagi Sumatera Selatan akan menghadapi Pilkada Gubernur sebentar lagi.

“Dalam rekaman tersebut terungkap, Setiap Panwas dimintai uang 5 juta untuk mengeluarkan SK bahkan di terangkan dalam percakapan itu SK untuk Pilkada dan Pileg,” jelasnya.

Menurut koordinasi aksi Febri, dengan adanya pungutan tersebut akan berdampak buruk bagi lembaga sekelas Panwas yang memiliki power begitu besar dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawas sesuai UU nomor 7 tahun 2017.

“Sekarang sudah memasuki tahapan Pilkada, kita takutnya mereka nanti tidak Independen lagi dan mudah dibeli. Pilkada ini akan menjadi ajang bagi mereka mencari keuntungan sendiri, karena anggota Panwas merasa sudah mengeluarkan uang untuk jabatan ini,” tegas Febri Zulian.

Ditempat yang sama Kasubag Hukum dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumatera Selatan, Karlisun mengatakan, semua laporan yang masuk ke Bawaslu akan ditindak lanjuti. Dan akan segera dilakukan pembuktikan.

“Bawaslu akan segera mengkaji laporan ini, bila terbukti akan kita pecat, dan bila benar melakukan pungli akan di proses secara hukum.  Baik itu kepada pemberi dan penerima suap,” ujarnya.

Sementara itu ketika dimintai komentarnya tentang informasi saat semua Panwascam Kabupaten Ogan Ilir dikumpulan di Hotel Grand Duta usai pelantikan Rabu dinihari 15 November 2017 untuk menandatangani pernyataan tidak memberikan uang kepada Panwascam Karlisun tidak berkomentar banyak. Pengumpulan surat pernyataan ini disinyalir untuk mengantisipasi jika kasus ini mencuat ke Bawaslu Provinsi.

“Kami belum mengetahui hal itu, nanti kita selidiki kebenarannya,” ujar Karlisun singkat.

Sebelumnya mendapat informasi dari seseorang yang enggan disebutkan namanya, jika semua anggota Panwas Kecamatan Kabupaten Ogan Ilir dikumpulkan di Hotel Grand Duta mendengarkan arahan Komisioner dan menandatangai Surat Pernyataan.

“Selesai pelantikan sekitar jam satu malam kami semua dikumpulkan dan diminta untuk menandatangi surat pernyataan, jika kami tidak memberikan uang sebesar 5 juta,” ujar salah satu Panwascam.

Dari informasi yang dihimpun benar jika Panwas Kabupaten OI menginap di hotel tersebut. Usai melakukan aksi Febri Zulian dan kawan-kawan melanjutkan aksinya melaporkan temuan ini ke Markas Kepolisian Daerah Indonesia (Mapolda) Sumatera Selatan, dan diterima AKP Kartini Nuh dari bagian Sekretarian Umum Polda Sumatera Selatan.

print