Diduga Tipu Warga, Operasional PT SBP Terancam Ditutup

0
35

Tri

beritasebelas.com,Palembang – Ketua Komisi III, DPRD Kota Palembang Firmansyah Hadi menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap, PT Sumber Beton Pelangi (SBP) yang diduga melakukan penipuan, ready imix yang tidak sesuai ketentuan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai tidak ada itikat baik dari PT Sumber Beton Pelangi. Karena sudah dua kali mangkir untuk rapat bersama di DPRD Kota Palembang.

[Ketua Komisi III, DPRD Kota Palembang Firmansyah Hadi]
“Kami sudah layangkan panggilan untuk ikuti rapat pada, 24 November 2017 lalu, kemudian yang kedua dipanggil lagi Senin 4 Desember 2017, tetap tidak hadir,” katanya, Senin 4 Desember 2017.

Firman mengatakan, dengan mangkirnya PT SBP untuk kedua kalinya ini adalah bentuk pelecehan sebuah lembaga. Kedepan, pihaknya merekomendasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Palembang untuk sidak kelapangan. Apabila, ditemukan indikasi menyimpang. Ia meminta semua operasional perusahaan itu ditutup.

“Ini pelecehan kepada lembaga ini (DPRD) Kota Palembang,”katanya.

Selain itu, ia meminta kepada Dinas BPM PTSP Palembang untuk mengecek semua perizinan PT SBP tersebut. Karena berdasarkan laporan masyarakat sekitar, jalan sekitar lokasi perusahaan itu rusak, akibat seringnya angkutan melintasi kawasan tersebut.

“Kami tidak akan memanggil lagi. Saya rasa sudah cukup. Tinggal kita ambil tindakan tegas,”katanya seraya mengatakan, masyarakat yang merasa dirugikan oleh PT SBP untuk membawa kasus ini keranah hukum.

Diketahui, berdasarkan hasil uji laboratorium PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Pengendalian Mutu Riza Solati, bahwa kualitas semen atau ready imix PT SBP dengan umur 28 hari ada diangka 106,8. Padahal sesuai ketentuan untuk bangunan Rumah Toko (Ruko) kualitasnya di angka 275.

Begitu juga dengan hasil uji penghitungan kuat tekan beton dari Sucofindo, kekuatan beton rata-rata PT SBP hanya 108,68. Sementara itu, masyarakat yang merasa ditipu oleh PT SBP, Aidil Adhari mengatakan, ia mengalami kerugian materi lebih kurang Rp 600 juta, belum lagi kerugian waktu.

“Kasus ini sudah di bawah ke ranah hukum. Saya merasa dirugikan, tidak ada itikat baik dari PT SBP untuk menyelesaikan masalah ini.

Diketahui, laporan ke Polisi diterima dengan Nomor Laporan :LPB/2805/XI/2017/SPKT tertanggal 06 November 2017 dengan pelapor M Aidil Azhari, warga Jalan Batang Hari Raya nomor 01 RT 42 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang sementara terlapor atas nama Jimmi Wijaya warga Jalan SMB II belakang SPBU Alang-Alang Lebar (AAL) KM 12 Palembang.

print