Difitnah, Panwaslu Muaraenim Laporkan Timses Paslon

0
34

Yudiansyah

[Kuasa hukum Aruji mendampingi ke SPKT Polda Sumatera Selatan – foto Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Merasa nama baiknya di cemarkan,  Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Muaraenim, Aruji (53)  mendatangi SPKT Polda Sumatera Selatan, Minggu 1 Juli 2018.

Kedatangan Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwaslu Muara Enim,  tidak lain untuk melaporkan kuasa hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim nomor urut 1, 2, dan 3 karena merasa telah difitnah dan dicemarkan nama baiknya.

Adapun kuasa hukum masing-masing Paslon yang dilaporkan tersebut yakni Riasan Syahri yang mewakili Paslon nomor satu, Hardiansyah yang mewakili Paslon nomor dua, serta Firmansyah yang mewakili Paslon nomor tiga.

Menurut Aruji,  pelaporan tersebut berawal dari adanya surat dari gabungan kuasa hukum Paslon bupati-wakil bupati yang kalah versi hitung cepat terhadap Ketua Panwaslu Muaraenim Suprayitno.

Dalam surat ketiga Paslon tersebut,  meminta Ketua Panwaslu Muara Enim untuk tidak melibatkan Aruji dalam pemeriksaan terkait adanya dugaan politik uang dalam Pilkada di Muaraenim tersebut.

“Isi surat tersebut menyebutkan saya dituduh memiliki hubungan kekeluargaan dengan Paslon nomor 4. Agar saya tidak dilibatkan dalam pemeriksaan dugaan politik uang. Padahal saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Ahmad Yani,” terang pria berkacamata dihadapan awak media.

Akibat dari adanya tuduhan dalam surat tersebut, Aruji merasa kinerjanya di Panwaslu terganggu dan dirugikan.

“Berdasarkan hal tersebut, saya merasa terganggu dengan adanya tuduhan dari para Timses.  Saya sendiri sudah beberapa kali terpilih untuk menjadi Panwaslu Muara Enim artinya kredibilitas saya terjamin, “ungkapnya.

Dari itulah Aruji melaporkan para kuasa hukum tiga Paslon tersebut atas pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan 311 KUHP tentang fitnah.

Kuasa hukum Arya Aditya dari LBH SHS LAW FIRM mengatakan,  surat tuduhan yang dilontarkan oleh kuasa hukum  1, 2, 3 tersebut diduga telah mencemarkan nama klien kami.

“Karena sudah memenuhi unsur pidana kami laporkan ketiga nama kuasa hukum Paslon tersebut, “tegasnya.

Paur Siaga 3 SPKT Polda Sumatera Selatan Iptu Jara Fandri membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dari pelapor. Laporan Aruji diterima dalam nomor LPB/500/VII/2018/SPKT.

“Laporan pencemaran nama baik Saudara Aruji telah kami terima akan segera ditindaklanjuti,” singkatnya.

Isi Surat ketiga kuasa hukum Paslon 1, 2, 3.

Berikut petikan surat tim kuasa hukum Paslon 1,2 dan 3.

Kami yang bertanda tangan dibawah ini bertindak sebagai Kuasa Hukum dari Pasangan Calon no. 1 Syamsul Bahri-Hanan (SSH). Pasangan Calon no. 2 Nurul Aman Thamrin (NATHA). dan Pasangan Calon no. 3 Shinta-Suryadi (Shinta-Suryadi), terkait beberapa laporan dari Paslon 1, 2 dan 3 dengan dugaan money politic yang dilakukan oleh pasangan Ahmad Yani-Juarsah/tim kampanye yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan atau pihak terkait lainnya di Panwaslu Kabupalan Muam Enim.

Sebubungan dengan  itu kami meminta ke Sdr. Ketua Panwaslu Kabupatan Muara Enim agar untuk sementara waktu tidak melibatkan salah seorang Komisioner bernama Arudji dalam pemeriksaan dugaan money politik atas  laporan tersebut. Hal ini disebabkan, karena yang bersangkutan memiliki hubungan keluarga dekat dangan Cabup Ahmad Yani yang dapat memmbulkan konflik kepentingan, tidak netral hingga dikhawatirkan adanya intervensi yang berakibat tidak objektifnya yang barsangkutan selama proses pemeriksaan.

print