Digembleng Pelatih Lulusan Jerman, Banyuasin Rajai Cabor Atletik Porprov Sumsel

0
81

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Pencapaian prestasi atlet, tak luput dari peran besar seorang pelatih yang handal. Seperti yang dilakukan oleh pria berperawakan kurus ini, melalui tangan dingin nya dia mempu mengantarkan atlet Banyuasin merajai cabang olahraga atletik, Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan XI di Palembang.

[Abdul Kadir Sani, pelatih atletik Kabupaten Banyuasin bersama atlet binaannya – Foto Haqulana beritasebelas]
Abdul Kadir Sani, nama pelatih atletik Kabupaten Banyuasin ini tidak asing lagi di telinga insan olahraga, bukan hanya di tingkat Nasional bahkan manca negara. Berkat ketekunannya dalam melejitkan potensi atlet, pelatih cabor atletik ini sempat mendapat beasiswa dari pemerintah menperdalam ilmunya di negara Jerman 2010 lalu.

“Banyak lika-likunya, saya sampai harus memenggal nama pemberian orang tua. Abdul Kadir Sani dipotong jadi Akadir, karena saat itu nama Abdul susah masuk ke negara Jerman,” katanya sambil tersenyum.

Dengan kematangan ilmu yang dia miliki, tidak berlebihan bila anak asuhnya di Banyuasin mampu memborong 11 medali emas 4 perak dan 3 perunggu, hingga menjadi juara umum untuk cabor atletik. Mengalahkan tuan rumah Palembang diposisi kedua dengan perolehan  6 emas 3 perak dan 5, disusul Muba diperingkat 3 yang mengoleksi 4 emas 4 perak 13 perunggu.

Menurut Kadir, prestasi ini baru langkah awal untuk menuju puncak prestasi olahraga. Setelah Porprov masih ada PON, SEA Games, Asian Games dan puncaknya kita berharap ada atlet Indonesa yang meneruskan perjuangan sprinter Mardi Lestari. Mantan atlet atletik Indonesia yang satu-satunya mewakili benua Asia di semifinal Olimpiade Seoul 1988.

“Saya sangat yakin, kedepannya atletik Indonesia mampu memetik medali emas olimpiade,” harapnya.

Dia melanjutkan, sesuai dengan ilmu kepelatihan yang didapatnya, selain kedisiplinan, niat yang lurus dan keihlasan juga sangat penting dimiliki oleh insan olahraga, baik dari pelatih, atlet maupun pemerintah.

“Karena mental juara, hanya dimiliki oleh orang-orang yang ikhlas, Dia tidak mendongkrak saat berada di puncak dan selalu bangkit tatkala terjatuh,”pungkasnya.

print