Dihipnotis, Uang dan Emas Nenek Minah Dijarah

0
49

oleh Arto – foto Arto

beritasebelas.com,Palembang – Kejahatan jalanan di Kota Palembang belakangan ini semakin menjadi saja. Tak hanya begal, kini kejahatan hipnotis pun kian marak saja. Mirisnya lagi, seorang nenek-nenek pun dijarah hartanya saat naik angkot jurusan Plaju-Ampera, Selasa, 14 Februari 2017 sekira pukul 11.00 Wib.

Dengan tanpa belas kasihan pelaku menipu korban dan berhasil mengambil emas sebanyak seperempat suku berbentuk cincin dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu.

[Korban hipnotis saat melapor ke SPKT Polresta Palembang]
Terungkapnya kejadian tersebut ketika Minah (72), warga Sungai Rasau RT 02 Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir ini mendatangi Mapolresta Palembang untuk membuat laporan, Selasa 14 Februari 2017 sekira pukul 13.00 WIB.

Dihadapan petugas piket SPKT korban menuturkan, dirinya baru saja tiba di Palembang dan selanjutnya hendak menuju kawasan Pasar 16 Ilir dengan menumpang angkot.

Ketika angkot yang tumpangi tiba di pangkal Jembatan Ampera, naiklah seorang lelaki dan duduk bersebelahan dengan korban. Kemudian pelaku mengatakan, dirinya memiliki emas sebanyak tiga suku dan menawarkan kepada korban untuk menukarnya dengan cincin emas yang dipakai oleh korban.

“Saya disuruh menambah uang Rp 200 ribu pak, tidak tau kenapa saya menurut saja apa yang ia katakan,” ungkap korban saat memberikan keterangan kepada petugas.

Setibanya di pasar, lanjut Minah, ia langsung menuju toko emas dengan maksud menjualkan emas tersebut namun ia terkejut ketika mengetahui emas yang ia bawa merupakan emas palsu.

“Pemilik toko emas bilang, katanya emas ini palsu pak, saya merasa ditipu, makanya saya lapor,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan akan segera menindak lanjuti laporan tersebut.

“Jadi korban ini bukan hanya ditipu, tapi juga di hipnotis karena saat kejadian korban tidak sadar dan menurut saja apa yang dikatakan oleh pelaku. Untuk pasal yang dikenakan yakni Pasal 378 KUHP,” tegas Maruly.

print