Dinas Pendidikan Evaluasi Kepsek SMP 46 Palembang

0
78
[Ahmad Zulinto]

Tri

beritasebelas.com,Palembang – Puluhan guru yang mengajar di SMP Negeri 46 Palembang, melakukan aksi demo di depan gerbang sekolah, Selasa 2 Oktober 2018, 52 guru tersebut menuntut agar Kepala Sekolah (Kepsek) segera diturunkan. Karena dianggap diktator.

Koordinator  lapangan Imanila S.Pd mengatakan, guru beserta karyawan yang ada di SMP Negeri 46 Palembang resah dan tidak nyaman atas kepimpinan Kepala Sekolah tersebut.

Menurutnya, banyak kebijakan dalam kepemimpinanya tidak manusiawi. Misalnya, diktator, tidak menghargai guru, arogansi, tak mengayomi, marah-marah dengan siswa dan menghukum siswa secara fisik, memberhentikan guru honor dan karyawan dengan paksa, memasukkan guru honorer yang tidak sesuai dengan background pendidikan, tidak transparansi dalam penggunaan dana BOS dan Komite, banyak kegiatan ekskul yang dihentikan, karena alasan tak punya dana dan mendirikan kantin untuk kepentingan pribadi.

“Kami minta Kepsek atas nama Limansa Rajagukguk segera diberhentikan dari jabatannya dan segera mengangkat Kepsek baru yang bisa bekerjasama dengan baik dan profesional,” katanya.

Atas aksi itu, sebanyak 52 guru melakukan tandatangan, tanda penolakan kepemimpinan Kepala Sekolah tersebut.

Berikut nama guru SMP Negeri 46 Palembang yang bertandatangan, Hidayati, Resmina Siahaan, Yunidar, Sukmawati, Asnayati, Nursidah, Endang Rosifa, Fitrina, Fitrinayeni, Neily Marita, Marlena, Mis Aida, Nevi Madini, Nuryani, Ratna, Sri Andayani, Sueryanti, Yuniar Marpaung, Maliah, Robiah, Istianah, Imanila, Estherina, Romza Aita, Eliza Fatma, Muhimah, Kusma Dewi, Darmiyanti, Siti Hawa, Sarifuni, Netti Agustini, Wati Ernawati, Rosidah Wati, Sujasmin, Sarina, Misdar, Amunudin, Yuswanti, Cahyaningtyas, Erlin Gemiwang, Artini Aidah, Widayati, Susi Hartini, Irham, Yofita Leviana, Amzan, Eka Septiani, Nawawi, Henny, Emy Oktavia dan Mutharom.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto menegaskan, akan segera mengevaluasi Kepala Sekolah tersebut.

“Akan segera kita evaluasi,” pungkasnya.

print