Dinas Pendidikan Palembang Targetkan Seluruh SMP Mengadopsi Kurikulum K-13

0
45

Arto

[Suasana pelatihan guru SMP dalam memaksimalkan kurikullum K-13 di aula Dinas Pendidikan Kota Palembang – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Dinas Pendidikan Kota Palembang menargetkan bahwa seluruh SMP bisa mengadopsi sistem kurikulum baru yakni kurikulum K-13. Pasalnya, sebagaian SMP di Palembang masih menggunakan kurikulum lama yakni KTSP.

Guna memaksimalkan pelaksanaan kurikulum K-13 bagi  SMP di Kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang melalui Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) memberikan pelatihan guru tingkat sekolah pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan bahwa di era kurikulum K-13 ini guru jangan hanya tugasnya mengajar akan tetapi juga memperhatikan perkembangan jiwa anak.

“Melalui kompetensi pedagogik. Jadi anak juga diperhatikan jiwanya, didik karakternya. Sehingga lewat kurikulum ini anak tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter,” jelas Zulinto saat membuka pelatihan di Aula Dinas Pendidikan Palembang, Senin 30 April 2018.

Lanjut Zulinto, bahwa pemerataan kurikulum K-13 ini diharapkan bisa segera tuntas hingga tahun depan bagi jenjang SMP di Kota Palembang. Sehingga diharapkan bagi guru yang mengajar kurikulum K-13 harus memenuhi dan belajar tentang kompetensi pedagogik, perkembangan karakter dan kedisipilinan.

Senada dengan itu disampaikan Kepala PGTK Sutriana menjelaskan, pelatihan guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) melibatkan 10 kelompok mata pelajaran di antaranya Kelompok Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan beberapa kelompok mata pelajaran lainnya.

“Seluruh kelompok mata pelajaran kita libatkan karena pada tahun ajaran 2018-2019, seluruh sekolah harus mengimplementasikan K13,” kata dia disela Pelatihan Guru Mata Pelajaran Melalui MGMP Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Dalam pelatihan ini, sambung dia, pihaknya berkeinginan untuk mengubah pola pandang guru dalam mengajar. Jika sebelumnya guru sebagai sentral pembelajaran akan bergeser menjadi seorang motivator, fasilitator dan mediator.

“Begitu juga dengan perangkingan akan dihapus. Penilaian berdasarkan sikap, psikomotor dan kognitif,” ujarnya.

Dia menyebutkan, implementasi kurikulum tematik ini belum menyentuh ke seluruh sekolah. Hingga saat ini baru ada 80 persen sekolah yang sudah menerapkan kurikulum ini.

“Sebetulnya tidak ada kendala dalam penerapan kurikulum ini, hanya saja pola pandang guru saja yang perlu kita ubah,”pungkasnya.

print