Disdik Ancam Sekolah Jangan Pungut Pengambilan Ijazah

0
87
[Kabid SMP Disdik Palembang Herman Wijaya – Foto Arto/beritasebelas.com]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Budaya pungutan di sekolah tampaknya harus terus diberantas. Mulai dari hal-hal besar hingga yang sifatnya pemberian hadiah.

Pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang sendiri terus melakukan himbauan kepada sekolah agar tidak melakukan pungutan ke wali murid. Apalagi, saat ini menjelang pembagian ijazah untuk lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Demikian dikatakan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya, Minggu 14 Juli 2019.

Dikatakan Herman Wijaya, bahwa untuk saat ini banko Ijazah untuk tingkat SMP telah di distribusikan ke masing-masing sekolah baik negeri maupun swasta untuk mulai ditulis oleh petugas sekolah.

Pihaknua meminta agar jangan sampai terjadi pungutan pengambilan ijazah. Dalam setiap penerimaan ijazah, menurutnya, pihak sekolah sering memungut uang kepada orang tua siswa yang besarnya sampai ratusan ribu rupiah.

 “Ini harus dicegah karena semakin membebani orang tua siswa,” tegasnya.

Menurut Herman, semua biaya yang terkait dengan ijazah, mulai dari pengadaan, sampai penulisan dibiayai pemerintah melaui dana BOS. Karena itu, sekolah tidak memiliki alasan memungut uang kepada orang tua siswa untuk pengambilan ijazah.

“Biaya Penulisan Ijazah jangan dibebankan kepada siswa karena hal ini sangat memberatkan siswa, Terlebih lagi mereka perlu biaya yang besar untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya,”tegas Herman.

Selain itu, pihaknya tidak hanya melarang pungutan untuk pengambilan ijazah dan rapor. Tapi, juga melarang sekolah menahan ijazah atau rapor siswa karena alasan siswa bersangkutan masih memiliki tunggakan di sekolah.

“Ijazah dan rapot harus segera dibagikan kepada siswa agar mereka dapat melanjutkan sekolah, apabila ijazah dan raport ditahan kasihan anak-anak ini terhambat untuk melanjutkan pendidikan baik ke SMA/SMK maupun sederajat,”pungkasnya.

print