Disdik Bidik Dua Emas O2SN Yogyakarta

0
12
[Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel Erlina – Foto Arto/beritasebelas.com]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Jelang pesta olahraga multievent Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) di Yogyakarta pada 16-22 September 2018 mendatang, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan menargetkan mampu bersaing dan membawa minimal dua keping medali emas.

Target tersebut dinilai realistis, dari lima cabang olahraga yang diikuti Sumatera Selatan melalui delegasi pelajar yang saat ini terus menjalani latihan. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sendiri optimis cabang olahraga (Cabor) bulutangkis dan karate bisa meraih emas dalam O2SN tahun ini.

Kepala Bidang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Erlina mengungkapkan, ada lima Cabor yang di perlombakan dalam O2SN 2018, diantaranya bulutangkis putra dan putri, pencak silat putra dan putri, atletik dan renang.

“Dari lima Cabor yang dipertandingkan, kita optimis dua cabor andalan kita yakni bulutangkis dan karate bisa meraih medali emas,” ujar Erlina, Jumat 14 September 2018.

Dijelaskan Erlina, beberapa tahun lalu dua Cabor tersebut selalu menyumbang medali baik perak maupun perunggu. Pada perhelatan O2SN 2018 diharapkan dua Cabor yang selalu menyumbang medali tersebut, bisa meraih hasil terbaik dengan mendapatkan medali emas.

“Pembekalan terus kita lakukan pada siswa bersangkutan. Tujuannya agar persiapan bebar-benar matang,” terangnya.

Meski pun Dinas Pendidikan membidik Cabor bulutangkis dan karate bisa naik podium tertingg, namun dalam praktek di lapangan semua hal bisa terjadi. Sehingga secara umum ia pun berharap semua cabang olahraga bisa tampil terbaik. Termasuk tiga Cabor lain yakni silat, atletik dan juga renang.

Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menjadi tanggungjawab dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Dinas Pendidikan Provinsi hanya bersifat koordinator saja untuk memperlancar koordinasi.

“Untuk penetapan peserta SD dan SMP merupakan kebijakan dan tanggungjawab Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Jadi jika ada masalah atau pun protes disalahkan datang ke Disdik masing-masing,” pungkasnya.

print