Dongkrak Prestasi, IPSI Petakan Kekuatan Lewat Kompetisi

0
12

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Selatan terus melakukan evaluasi untuk mendongkrak prestasi. Baik melalui pembinaan latihan atau pun diajang kompetisi.

“Ya, jadi kita akan evaluasi, bagaimana pun kita harus menargetkan minimal satu emas di PON Papua nanti. Skuat dan strategi akan kita siapkan,” terang Sekretaris Umum IPSI Sumatera Selatan Drs Darlis, Minggu 1 Oktober 2017.

[Sekretaris Umum IPSI Sumatera Selatan, Drs Darlis – Foto Arto beritasebelas]
Menurut Darlis, banyak hal yang perlu diupayakan dalam mendongkrak prestasi silat. Sehingga jangan sampai prestasi silat Sumatera Selatan semakin terpuruk. Apalagi, PON Jabar 2016 lalu harus puas dengan hanya satu medali perak.

“Artinya kunci pada kekuatan atlet. Makanya persiapan saat ini, IPSI Sumsel tidak akan hanya mengandalkan pemetaan dan jam terbang dari Porprov saja, tapi kita akan siapkan juga melalui Sirkuit Competition,” jelas Darlis.

Lewat Sirkuit Competition yang akan dihelat akhir tahun ini, maka pemetaan kekuatan atlet lebih maksimal, karena melalui serangkaian kompetisi dengan tiga kali putaran. Baik itu di level remaja maupun level senior yang muaranya nanti akan dipersiapkan untuk merebut tiket PON sebagai syarat tampil di ajang PON Papua.

Artinya, usai Porprov pada November 2017 mendatang maka pesilat Sumatera Selatan dari 17 kabupaten/kota kembali akan diuji di ajang Sirkuit Competition di semua kelas dan spesialis masing-masing pesilat.

“Jadi terus, latihan-kompetisi, latihan-kompetisi. Karena latihan tanpa kompetisi jangan harap bisa mencetak atlet profesional. Sehingga mereka tumbuh bukan hanya saat sparing bersama rekannya tapi juga lawan tanding,”tegasnya.

Oleh karena itu, tahun depan Pengurus IPSI Sumatera Selatan akan merekomendasikan skuat silat Sumatera Selatan untuk masuk dalam program Sriwijaya 2020 sebagaimana didengungkan KONI Sumatera Selatan untuk persiapan PON Papua. Pasalnya, skuat Sriwijaya 2020 juga akan mengalami promosi dan degradasi, jika atlet terus jeblok dari tiga kompetisi maka akan dilakukan evaluasi.

print