Dua Atlet dan Satu Pelatih NPCI Sumsel Raih Penghargaan di Haornas 2019

0
62
[Rica Octavia, atlet lompat jauh NPCI Sumatera Selatan]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Dua atlet disabilitas dan satu pelatih  binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dijadwalkan bakal mendapat penghargaan pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 yang akan berlangsung di OKU Timur pada puncak Haornas 9 September 2019 mendatang.

Keduanya atlet tersebut adalah Rica Octavia dan Elsa Maris serta pelatih atletik Sutinah yang telah mengharumkan bukan hanya daerah, tapi juga merah putih baik single event maupun multievent Internasional.

Keduanya sama-sama pernah menyumbang medali emas pada multievent terbesar Asia yakni Asian Para Games 2018 di Jakarta tahun lalu, multievent sekelas Asian Games untuk atlet umum. Belum lagi bulan lalu Elsa Maris berhasil memboyong dua keping emas ke Indonesia pada single event boling Internasional di Singapura.

“Alhamdulillah tahun ini, atlet NPCI Sumsel terbanyak yang dapat penghargaan di Haornas. Dua atlet Elsa Maris dan Rica Octavia serta pelatih atletik atas nama Sutinah,”ujar Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari, Kamis 15 Agustus 2019.

Pria yang merupakan mantan juara dunia bulutangkis di Madrid ini menambahkan bahwa perlakuan untuk atlet umum dan atlet disabilitas benar-benar disamakan, karena sejak 2015 lalu Menpora RI Imam Nachrowi memang telah memisahkan antara KONI dan NPCI. Baik induk olahraga atlet umum dan induk olahraga atlet disabilitas pun disamakan perlakuannya.

“Artinya sekarang Pemerintah Provinsi Sumsel benar-benar sudah tidak menganggap atlet disabilitas nomer dua. Sudah tidak ada beda, yang membedakan hanya prestasi,” tegasnya.

Sementara itu Kordinator Kepala Pelatih NPCI Sumatera Selatan Irawan mengatakan Rica Octavia dan Elsa Maris merupakan atlet nasional jebolan Sumatera Selatan yang terus membanggakan Indonesia. Dia berharap ini menjadi motivasi bagi atlet disabilitas lain untuk terus berprestasi.

“Haornas tahun lalu kita dapat penghargaan satu atlet atas nama Beijita atlet renang dan tahun ini kita ternyak yakni dua atlet sedangkan umum satu atlet. Ini membuktikan bahwa prestasi atlet disabilitas berada di depan atlet umum,”urainya.

Irawan mengajak kepada para atlet yang akan meraih penghargaan tak perlu jumawa, tapi tetap rendah hati dan terus meningkatkan prestasi karena laga bergengsi baik single event maupun multievent akan diikuti.

“Tahun depan Peparnas Papua dan ASEAN Para Games di Filipina dan itu perlu dipersiapkan,” jelasnya.

 

print