Dua Pelaku Perampok Tauke Kopi “Ngesot” Kena Timah Panas Anggota Panther

0
32
[Dua orang pelaku berhasil diamankan tim Panther Satreskrim Polres Lahat – foto Ahmad Yudiansyah beritasebelas]

Ahmad Yudiansyah

beritasebelas.com, Lahat – Aksi perampokan tauke kopi di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Minggu 2 September 2018 lalu, kini berhasil diungkap Tim Panther Satreskrim Polres Lahat. Dua pelaku perampokan berhasil diamankan di antaranya ialah Ernawan (42), dan Firhandi (39), warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat.

Keberhasilan Tim Panther Satreskrim Polres Lahat mengungkap kasus ini, berawal dari keberadaan Ernawan yang sudah diketahui petugas. Setibanya ditempat persembunyiannya, Tim Panther di bantu anggota Polsek Kota Agung dan Polsek Pajar Bulan ini sempat ditodongkan senjata api rakitan oleh Ernawan. Sambil terus menodongkan senjata, Ernawan rupanya berupaya melarikan diri.

Tidak mau kehilangan buruan, petugas segera mengambil tindakan tegas terukur. Ernawan tumbang dikepungan petugas setelah satu butir timah panas menembus paha kirinya.

“Pelaku kita tangkap di kediamannya. Dari tangan pelaku, Satu pucuk senpira beserta empat butir amunisi berhasil kita amankan sebagai barang bukti,” ungkap Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, Jumat 28 September 2018.

Usai mengamankan Ernawan, petugas langsung melakukan pengembangan terhadap rekan tersangka yang lainnya. Rupanya, kediaman Ernawan juga tak jauh dari kediaman pelaku lainnya yaitu Firhandi. Sadar jika petugas juga sedang memburunya, Firhandi mencoba kabur melalui pintu belakang, juga di hadiahi dua butir timah panas.

Sebelumnya tiga tersangka ini melakukan perampokan di rumah Irhamuddin (37). Para pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu belakang. Korban sempat diancam dengan senjata api rakitan dan Sajam, lalu tangan korban diikat. Selain menguras harta Irhamuddin sebesar Rp 190 juta, ketiga tersangka ini juga membawa lari satu sepeda motor jenis Honda Beat milik korban.

“Satu orang pelaku kini masih buron. Identitasnya juga sudah kita kantongi. Sementara itu hasil kejahatannya mereka bagi rata. Namun, uangnya sudah habis digunakan pelaku untuk membuat rumah,” ujar Satria

print