Evaluasi Triwulan II Presidium Pembentukan Provinsi Sumsel Barat

0
174

kop-dalam-berita

****

snapshot_20160315

Oleh : Prasetyo Nugraha

(Sekretaris Presidium Pembentukan Provinsi Sumsel Barat)

Dalam rangka percepatan realisasi pembentukan Provinsi Sumsel Barat, di samping sosialisasi dan konsolidasi atau penggalangan dukungan, para pengiat pemekaran juga terus berbenah diri supaya rencana pemekaran dari  Wilayah Provinsi Sumatera Selatan dapat di pandang positif dan memberikan dampak win-win solution baik bagi wilayah induk maupun bagi wilayah yang akan dimekarkan

Para penggiat pemekaran atau lazim di sebut Presidium Sumsel Barat yang terbentuk pada tanggal 14 April 2016 lalu, memasuki akhir September 2016  melakukan evaluasi triwulan kedua atas capaian kinerja selama enam bulan setelah terbentuknya presidium.

Sekretaris Presidium, Prasetyo Nugraha menuturkan bahwa capaian kinerja selama tiga bulan terakhir masih sangat minim dan belum memenuhi target. Hal ini nyata terlihat dalam program “roadshow” enam kabupaten dan kota terhitung dari bulan pertama hingga pada bulan ketiga, hanya tiga Kabupaten dan Kota yang baru tuntas, yaitu Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muratara, serta satu pertemuan rapat bersama dengan DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait rancangan pembentukan provinsi baru tersebut.

Target dalam rancangan program “roadshow” dimaksudkan untuk penyatuan pandangan sekaligus peneguhan komitmen ke enam daerah, dan goalnya adalah sidang paripurna di tiap-tiap kabupaten dan kota karena memang ini merupakan salah satu syarat dari pemekaran.

Tabel

[(Dari Tabel di atas jelas kiranya di samping hanya tiga kabupaten dan kota yang baru terealisasi, untuk penjadwalan sidang paripurna satu daerahpun belum teragendakan]
Dari evaluasi tersebut terurai beberapa hambatan dan kendala termasuk masih diberlakukannya moratorium oleh Pemerintah Pusat. Memang tidak ada yang bisa di perbuat kecuali menunggu pencabutan moratorium atau jadwal disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah Desain Besar Penataan Daerah (RPP Desartada) menjadi Peraturan Pemerintah (PP Desartada). Strategi dan taktik yang tepat dalam “posisi tunggu” adalah “Lobby atas dan jalan bawah”. Paling tidak strategi inilah yang hanya bisa dilakukan oleh Presidium Sumsel Barat selaku pemangku refresentatif aspirasi masyarakat. Terang Prasetyo

Namun selain itu, untuk rancangan program tiga bulan ke depan menjelang tutup tahun 2016, presidium selain menjalankan beberapa program yang belum tuntas, juga merancang program seperti pertemuan tokoh dan termasuk juga Deklarasi Pembentukan Provinsi Sumsel Barat.

Presidium berharap dukungan, termasuk doa segenap masyarakat Sumsel Barat khususnya agar apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud.

 

 

 

 

print