Gakkumdu Tutup Laporan Pelanggaran Pilkada

0
20

A Yudiansyah

[Ketua Gakkumdu Lahat Sepsata Andrian – foto A Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Lahat – Pasca dilakukannya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lahat pada 27 Juni yang lalu, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah menerima sebanyak 21 laporan dugaan money politik dari 17 kecamatan. Tiga laporan diantaranya telah naik ke tingkat penyidik Polres Lahat. Namun, dari semua laporan yang ada, tak satupun yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

“Tiga laporan sudah naik ke tingkat penyidik, karena dianggap sudah lengkap. Namun, tidak ada yang OTT,” ujar Ketua Gakkumdu Lahat, Sepsata Andrian, Selasa 3 Juli 2018.

Sepsata menambahkan, pelayanan pelaporan pelanggaran Pilkada hanya sampai hari ini. Bila lewat, laporan akan tetap diterima namun dianggap sudah kadaluarsa, sehingga tidak bisa diproses lagi.

“Ini hari terakhir kita melayani pelapor baru, begitu juga untuk kajian. Terakhir sudah ada 21 laporan yang tersebar di 17 kecamatan dengan 25 orang saksi. Untuk pelapor, pelapor sendiri yang menghadirkan, sedangkan untuk terlapor kami yang akan memanggil,” sampai Ketua Panwaslu Lahat ini.

Menurutnya, hal yang terpenting dalam memproses laporan harus adanya pelapor, terlapor, dan saksi. Nantinya pihaknya akan mengklarifikasi terlapor maupun saksi. Selanjutnya, menerima barang bukti. Lanjut ke tingkat Kepolisian, lalu pemeriksaan ke Kejaksaan, dan terakhir Pengadilan.

“Untuk tiga laporan awal, sudah naik ke tingkat penyidik dan kita serahkan kepada Kepolisian. Kami tidak punya hak untuk menangkap, hanya sebatas pemanggilan saksi, lima hari sejak laporan masuk,” pungkasnya.

print