Gawat, Aset Daerah di Indonesia Banyak Dikuasai Asing

0
388

Haqulana

[Ketua DPD Lira Banyuasin Noor Ishmatuddin – foto Haqulana beritasebelas]
beritasebelas.com,Banyuasin – Meski telah 72 tahun merdeka, Indonesia saat ini masih dijajah oleh asing. Mulai dari ekonomi, pendidikan, budaya terutama sumber daya alamnya. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP Pemuda LIRA, Adam Irham saat pengukuhan DPD Lira Banyuasin, Rabu 28 Maret 2018.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pantuan pihaknya, aset asing yang berada di Indonesa telah tersebar hampir diseluruh pelosok daerah. Bila hal ini terus dibiarkan, tinggal menunggu waktu, Indonesia bisa saja tinggal nama dan dikuasai oleh pihak asing.

“Republik ini masih dijajah oleh asing dan aseng.  DPD Lira Banyuasin yang baru dilantik ini, mesti jadi garda terdepan untuk menyelamatkan negeri  dari penjajahan,” tegasnya.

“Tidak perlu harus angkat senjata, atau berkoar-koar melakukan protes ke istana. Cukup jaga sumber daya alam yang ada di daerah masing-masing.  Bumi, tanah dan sesuatu yang ada di atasnya adalah milik rakyat negeri ini, jangan sampai dikuasai oleh asing,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, kekayaan alam harus dikelola dengan baik untuk anak cucu pewaris bangsa ini. Bukan untuk pihak asing dan menggiring masyarakat menjadi pekerja di negeri sendiri.

“Lira sudah siapkan program untuk ini, yang pertama memberikan pemahaman pada kaum muda dan menanamkan pola pikir dan pelatihan-pelatihan agar mampu bersaing dalan prestasi,” katanya.

Dia melanjutkan, contoh kecilnya adalah kehadiran dan berdirinya perusahaan perkebunan ribuan hektar milik asing di sejumlah daerah. Hal tersebut  tidaklah menguntungkan masyarakat, meskipun ada sistem kebun plasma dan kebun inti.

“Walau bagaimanapun, kebun rakyat jauh lebih baik dikembangkan dari pada merelakan tanah daerah dikelola asing. Tinggal lagi bagaimana memanajemen kebun rakyat  dengan baik hingga go Internasional, saya yakin kita bisa lakukan itu,” katanya.

Ketua DPD LIRA Banyuasin Noor Ishmatuddin mengatakan, meski baru dikukuhkan hari ini, sebelumnya mereka telah melakukan sejumlah trobosan. Diantaranya bekerja sama dengan Persatuan Petani Kelapa Indonesia (Perkimpdo) terkait pengelolaan buah kelapa hingga ekspor ke luar negri.

“Kami juga menggalakkan para pemuda melalui karang taruna dalam hal ini,” katanya.

print