Gelapkan Uang Rp 70 Juta, Denny Mengaku Dibegal

0
60

oleh Arto – foto Arto

beritasebelas.com,Palembang – Berdalih menjadi korban begal, Denny Lie Efendy (23) menggelapkan uang temannya sendiri sebesar Rp 70 juta yang merupakan hasil sewa pameran Stand di PS Mall Palembang Sumatera Selatan.

[Korban Mella saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Palembang]
Kecurigaan tersebut benar adanya setelah diketahui Mella Yustika (25), warga Jalan Sadang Tengah III, nomor 2 RT 08/014 Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong, sehingga melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang, Selasa 21 Februari 2017.

Kepada polisi, Mella juga langsung membawa Denny ke petugas Kepolisian Polresta Palembang, untuk mengakui semua kejahatannya. Pasalnya, korban tak terima dengan perlakuan rekan kerjanya sendiri, sehingga pelaku yang merupakan warga Jalan Dalam No 1145 RT 18/04 Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I, Palembang ini dituntut mempertanggungjawabkan ke pihak hukum.

“Awalnya saya percaya Pak, kalau dia ngaku di begal di Sukarno Hatta. Tapi setelah saya ke Palembang, dan meminta pelaku (Denny-red), untuk bercerita dia malah terlihat gugup,” ungkap Mella kepada petugas.

Setelah itu, lanjut Mella, dirinya melihat laporan yang sudah dilaporkan Denny ke Polsek Ilir Timur I, Palembang. Namun setelah dikasih lihat oleh Denny laporan itu bukan laporan curas, melainkan hanya laporan kehilangan saja.

“Katanya sudah melapor, namun setelah saya lihat laporannya, hanya laporan kehilangan saja seperti SIM, ATM, STNK dan KTP. Dan setelah saya bujuk untuk melapor kembali ke Polresta Palembang, saat petugas meminta ke lokasi TKP, Denny pun tidak bisa menunjukan TKP nya,” ungkap Mella.

Mella berharap pihak kepolisian Polresta Palembang dapat memeriksa pelaku, agar pelaku mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui KA SPK Ipda Suprijadi membenarkan adanya laporan korban atas kasus pengelapan.

“Laporan korban sudah diterima, pelakunya saat ini masih dalam pemeriksaan atas dugaan penggelapan,” tegas Marully.

print