Hakim Tolak Prapradilan Tersangka Dugaan Penganiayaan Terhadap Siswa SMA Taruna Indonesia

0
10

Dudi

beritasebelas.com, Palembang – Hakim Pengadilan Negeri Palembang menolak seluruhnya permohonan praperadilan yang diajukan Obby Frisman Arkataku, tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Delwyn Berli Juliandro saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia.

Mendapat hasil tak sesuai, usai hakim, Yosdi membacakan putusan, ibu Obby, Romdania seketika menangis tersedu-sedu dan tetap tak menyangka jika putra satu-satunya yang baru satu pekan bekerja di sekolah tersebut harus tersandung kasus hukum.

“Anak saya tidak bersalah, kami minta keadilan,” teriak Romdania sambil terisak di luar ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang,” Kamis (8/8).

Begitu juga dengan yang disampaikan Dardanela, ayah Obby, ia tetap merasa yakin jika putranya tidak bersalah dalam kasus ini dan ia tetap berusaha mencari keadilan. “Dia (Obby) sudah bersumpah di kaki saya bahwa dia tidak memukul, kami dizolimi,”  katanya.

Menanggapi putusan tersebut, Suwito Winoto, pengacara Obby mengatakan bahwa pihaknya tetap menghormati putusan hakim praperadilan, meski ada banyak bukti dan keterangan saksi yang tidak dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

“Dalam hal ini kami menghormati putusan hakim dan kami tetap akan berusaha menegakkan keadilan dengan mengawal kasus ini sampai selesai, sampai perkara pokoknya masuk ke pengadilan. Kalau memang ada kesalahan dalam putusan ini akan kami bawa ke Komisi Yudisial,” katanya.

Sementara itu, Bidang Hukum Polda Sumsel AKBP Parlindungan Lubis mengatakan, dengan ditolaknya permohonan praperadilan ini maka penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan sudah sesuai menurut hukum.

“Menurut hakim, dua alat bukti sudah sah menurut hukum. Serta untuk berkas perkara kasus ini masih diteliti oleh kejaksaan biasanya selama 14 hari, kita tunggu jawaban, apakah sudah lengkap (P21) atau masih belum,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Obby melalui kuasa hukumnya, Suwito Winoto memohon kepada Pengadilan Negeri Palembang agar hakim menyatakan penetapan tersangka Obby Frisman Arkataku dan penangkapan berdasarkan Nomor LPB/ 1493/ VII/ 2019/ Sumsel/ Resta/SPK, tanggal 13 Juli 2019 tidak sah.

Begitu juga dengan penahanan terhadap Obby berdasarkan Nomor LPB/ 1493/ VII/ 2019/ Sumsel/ Resta/SPK, tanggal 13 Juli 2019 tidak sah. Kemudian memerintahkan kepada termohon Kepala Kepolisian Negara RI Cq Kapolda Sumsel Cq Kapolresta Palembang tidak sah.

Selain itu pemohon mengharapkan agar Obby dikeluarkan dari dalam penahanan dan menghukum termohon untuk membayar ganti kerugian, berupa kerugian materil karena kehilangan penghasilan Rp50 juta. Serta kerugian im-materil, bahwa akibat penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan yang tidak sah oleh termohon menyebabkan tercemarnya nama baik pemohon, hilangnya kebebasan.

Serta menimbulkan dampak psikologis terhadap pemohon dan keluarga serta telah menimbulkan kerugian im-materil yang tidak dapat di nilai dengan uang, sehingga dibatasi dengan jumlah Rp1 miliar. Kemudian memerintahkan kepada termohon untuk memulihkan harkat dan martabat pemohon sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menghukum termohon membayar biaya perkara.

print