Harumkan Nama Daerah, Pejuang Banyuasin Dicueki Pemerintah

0
34

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Para atlet mandi keringat dan bertaruh nyawa untuk mengharumkan nama daerah. Ironisnya pemerintah terlihat kurang respek, jangankan diberi suport, dilihat saja tidak.

Pesta olahraga terbesar se Provinsi Sumatera Selatan telah berakhir. Sejumlah atlet bersuka cita dengan koleksi medali dan prestasinya. Bagaimana tidak, para atlet adalah patriot olahraga yang berjuang untuk meninggikan nama daerah.  Kabupaten Banyuasin merupakan kontingen yang menunjukkan kemajuan prestasi, yang sebelumnya berada diperingkat  ke 5 mampu melejit ke podium 3 besar Porprov XI Palembang Sumatera Selatan 2017.

[Kontingen Banyuasin saat dilepas Bupati SA Supriono untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan XI di Kota Palembang – Foto Haqulana beritasebelas]
Bahkan untuk cabor atletik, meski mayoritas atletnya relatif berperawakan kecil, atlet Bumi Sedulang Setudung mampu merajai cabang olahraga ini. Namun, dibalik peestasi yang cukup membanggakan ini, keceriaan kontingen Banyuasin tidak terlihat seperti atlet peraih medali daerah lain. Mereka asyik berfoto bersama kalangan pemerintah bahkan orang nomor satu di daerahnya juga datang sebagai wujud apresiasi.

“Kadang kami merasa sedih melihat atlet daerah lain sangat diperhatikan oleh pemerintah daerahnya, sementara kami dilihat saja tidak,” kata salah seorang atlet Banyuasin.

Sejak awal pembukaan Porprov nyaris tidak ada wakil pemerintah yang datang, jangankan memberi bonus ucapan selamat saja tidak ada. Seakan perjuangan kontingen Banyuasin ini dipandang sebelah mata.

“Padahal untuk sampai ke prestasi ini, perlu perjuangan panjang. Apalagi, semua atlet Banyuasin diambil dari putra asli  daerah yang dididik dari nol,” timpal pelatih atletik Banyuasin A Kadir Sani.

Dia melanjutkan, tempat pertandingan di Kota Palembang sangat dekat dengan Banyuasin, mayoritas pejabat Banyuasin juga tinggal di kota Palembang.

“Entah mengapa, tidak ada yang sudi melihat perjuagan para atlet,” ungkapnya.

Padahal untuk meraih satu medali saja, para atlet tidak hanya mandi keringat, tapi menaruhkan nyawa. Sampai ada pelari yang harus mendapatkan penanganan medis karena kehabisan oksigen.  Saat yang lain langsung dapat bonus cash ketika meraih medali, atlet Banyuasin harus bahagia meski hanya ditraktir empek-empek oleh pelatih, usai meraih emas..

“Atlet  adalah aset daerah, kita harus bersyukur memiliki banyak atlet berprestasi, tidak harus membeli dari daerah lain. Sudah sewajarnya kalau mereka  diperhatikan, paling tidak, hargailah prestasi mereka,” ujar pelatih lulusan Jerman tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwsata Banyuasin, Harun Samsudin mengakui tidak sempat menyaksikan pertandingan Porprov, tapi bukan berarti tidak diperhatikan.

“Kami ada tugas lain, hari ini saya juga mohon maaf tidak bisa hadir karena, ada tugas ke luar kota,” ungkapnya.

Terkait bonus atlet, Dia juga memastikan pemerintah akan mempersiapkan itu.

“Akan kita usahakan untuk dianggarkan,” katanya.

print