HD Yakin Dodi Reza Mampu Turunkan Angka Kemiskinan di Muba

0
153

[HD saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi Musi Banyuasin ke-63 di Gedung DPRD Kabupaten Musi Banyuasin – foto : IST]

Dudi

beritasebelas.com, Sekayu – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menegaskan sampai saat ini angka kemiskinan di Sumatera Selatan masih cukup tinggi sebesar 12,8 persen, masih di atas rata-rata Nasional. Angka kemiskinan Sumatera Selatan tersebut adalah akumulasi angka kemiskinan kabupaten dan kota dengan tiga penyumbang tertinggi yakni Kabupaten Musi Banyuasin bersama Musi Rawas Utara dan Kabupaten Lahat.

Melihat berbagai prestasi yang diraih Bupati Musi Banyausin baik di level lokal, maupun Nasional serta didukung pula kekayaan sumber daya alam yang berlimpah berupa minyak dan gas membuatnya yakin Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mampu segera menurunkan angka kemiskinan di Musi Banyausin yang masih tergolong tinggi.

“Saat ini sinergitas Muba dan provinsi sudah selaras, Muba dengan pusat  juga ini tentu membuat bangga masyarakat Muba. Tapi ini menjadi tantangan yang semakin berat juga bagi Bupati dan DPRD nya, karena tuntutan masyarakat tentu akan semakin meningkat,” jelas HD saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi Musi Banyuasin ke-63 di Gedung DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu 28 September 2019.

HD berharap apa yang sudah dicapai Musi Banyuasin di usianya ke-63 dapat semakin menumbuhkan semangat baru dan  dapat meningkatkan prestasi yang sudah diukir Musi Banyuasin lebih baik lagi. Termasuk juga dapat segera menurunkan angka kemiskinannya.

“Angka kemiskinan di Sumsel ini selalu menjadi bahan perbincangan untuk itu kita harus samakan persepsi. Makanya saya minta coba survei lagi angka kemiskinan di Muba, apa memang sebesar itu. Bila perlu di sensus betul jangan random,” ujarnya.

Tak hanya menyinggung soal angka kemiskinan Musi Banyuasin yang masih tergolong tinggi dibandingkan belasan kabupaten lain di Sumatera Selatan, dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan agar pemerintah kabupaten tetap aktif melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla.

“Biaya penanganan Karhutla sangat mahal. Maka saya minta betul pemerintah kabupaten harus serius melakukan pencegahan. Terlebih lahan gambut di Muba terluas nomor dua setelah OKI,” tambahnya.

Lebih jauh HD mengatakan momen HUT sebaiknya jangan hanya dimaknai dengan sukaria semata atas pertambahan usia, tapi harus dijadikan evaluasi dan bahan introspeksi. Sehingga pemerintah tahu betul apa yang sudah dilakukan dan langkah apa yang akan dilakukan kedepan untuk membawa Musi Banyuasin yang lebih maju.

“Angka kemiskinan di Sumsel ini masih tinggi hampir 13% dan itu adalah akumulasi dari angka kemiskinan di kabupaten-kabupaten di Sumsel. Untuk itu kita semua memang harus bersinergi menyelaraskan persepsi untuk meningkatkan kesejahetraan masyarakat. Target kita satu tahun minimal angka kemiskinan di Sumsel turun satu digit,” jelasnya.

Gubernur sendiri hadir pada acara tersebut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Selatan Hj Feby Deru, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Usai rapat, Gubernur dan rombongan juga langsung menghadiri acara ramah tamah dalam rangka Hari jadi Kabupaten Musi Banyuasin di halaman Gedung DPRD Musi Banyuasin sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU pembangunan kilang gas antara Pertagas dan Petro Muba.

Sementara itu Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, mengatakan hari jadi Musi Banyuasin ke-63 harusnya dimaknai sebagai momen yang pas untuk melanjutkan pembangunan Musi Banyuasin. Dimana salah satu tantangan terbesarnya adalah mengentaskan angka kemiskinan.

“Selain itu kita juga bisa ambil hikmah (dari peringatan hari jadi) untuk mengetahui sejauh mana upaya dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Termasuk pelaksanaan pembangunan dan pembinaan yang telah dilakukan pada masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dodi Reza juga mengajak semua elemen Musi Banyuasin bergandeng tangan bergotong-royong mengembangkan semua potensi di Musi Banyuasin.

“Ini saatnya kita berkolaborasi dengan potensi yang ada serta mengembangkan potensi lokal untuk  dijadikan titik laju pembangunan Muba,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Dodi, untuk percepatan target mereka menjadikan Muba Maju Berjaya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tak hanya mengandalkan potensi sumber daya alam yang ada seperti tambang dan gas. Tapi kedepan mereka akan mulai melirik industri kreatif baik itu kuliner maupun objek wisata lokal yang bisa dikembangkan.

“Kalau tambang dan gas semua mungkin sudah tahu. Kedepan kami akan kembangkan kain gambo Muba, dan pariwisata unik lain yaitu Pantai Bongen dengan ciri khasnya. Dan tentunya kami juga tetap membutuhkan dukungan provinsi agar Muba Maju Berjaya ini dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai data ini beberapa waktu lalu Kepala BPS Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih membenarkan. Menurutnya sampai data bulan Maret 2017 tercatat sebanyak 105.080 warga di Kabupaten Musi Banyuasin masih berada di bawah garis kemiskinan, kemudian Muratara 36.460 warga dan Lahat 67.330 warga.

Angka kemiskinan di Kabupaten Muratara masing-masing 2015 (19,73%), 2016 (20,00%) dan 2017 (19,49%). Lalu Kabupaten Lahat 2015 (18,02%), 2016 (17,11%) dan tahun 2017 (16,81%). Kemudian Muba berturut-turut diketahui yakni 2015 (18,35%), 2016 (17,27%) dan 2017 (16,75%).

print