ILUNI Gelar Seminar Ekonomi dan Kemasyarakatan

0
52

Advertorial

beritasebelas.com,Palembang – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Wilayah Sumatera Selatan menggelar Senimar dan Kemasyarakatan dengan mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Yang Inklusif” di Aula DPRD Provinsi Sumsel Lantai III Palembang, Sabtu (20/1).

[Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan bersama para narasumber seminar yang diadakan oleh ILUNI Wilayah Sumatera Selatan]
Seminar yang menghadirkan Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Perwakilan PT PLN WS2JB, Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas dan Ekowati Retnoningsih Kepala Bappeda Provinsi Sumsel.

Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda N Kiemas pada dialog terbuka Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia dengan tema pertumbuhan ekonomi yang inklusif mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TAA) dinilai menjadi kunci utama percepatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel

[HM Giri Ramanda N Kiemas Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan]
Menurut Giri, jika KEK TAA terwujud maka akan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di Sumsel, karena disitu akan menjadi kawasan industri yang memiliki pelabuhan. Sehingga memudahkan keluar masuk barang dari dalam dan luar Sumsel.

Sedangkan Kepala Bappeda Provinsi Sumsel, DR. Ekowati Retnoningsih, SKM., M.Kes mengatakan, ekonomi di Sumsel inklusif, tetapi kita sedang menuju ekonomi yang inklusif tersebut yang terpenting apa yang harus kita lakukan untuk inklusif sepenuhnya, artinya pertumbuhan ekonomi tinggi tapi bisa menekan kesenjangan, menekan kemiskinan sehingga kue pertumbuhan ekonomi ini bisa dinikmati oleh banyak masyarakat di Sumsel.

[Bersama narasumber pada seminar ILUNI]
General Manager PT PLN WS2JB, Daryono melihat energi komsumsi pertumbuhan listrik di Sumsel , Jambi dan Bengkulu 2017 4,61persen ini belum relevan dengan pertumbuhan ekonomi  yang ada sekarang, Dan Asisten Direktur KPW BI Perwakilan Sumsel Irfan Farulian menilai di 2017 ekonomi Sumsel mencapai 3,5 persen kontribusinya terhadap Nasional. “Kita sudah diatas Nasional, kita tumbuh 5,56, Nasional 5,06,” ungkapnya.

[Foto bersama]
Di 2018 ekonomi Sumsel 5,8 ini optimis. Namun saat ini ekonomi Sumsel belum inklusif sepenuhnya karena masih ada sektor penyumbang besar PDRB tetapi kondisinya mengalami pelemahan, sektor rumah tangga yang memiliki kontribusi sebesar 60 persen juga mengalami pelemahan.

 

 

 

 

print