Ingin Besuk Tahanan, Minta Surat Izin Dulu Dari Hakim

0
323

Bagus

beritasebelas.com,Baturaja – Bagi masyarakat ataupun kuasa hukum yang ingin masuk dan membesuk tahanan di Rutan Kelas II A Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini tidak bisa lagi seenaknya masuk ke wilayah Rutan Baturaja, pasalnya Rutan Baturaja telah menerapkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1983 tentang pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP) pasal 20 ayat 1 yang menegaskan bahwa izin kunjungan bagi penasehat hukum, keluarga dan pihak lain harus diberikan oleh pejabat yang bertanggung jawab secara yuridis atas tahanan tersebut sesuai dengan tingkat pemeriksaannya.

[Kepala Rutan Baturaja Herdianto – foto Bagus beritasebelas]
Pejabat yang dimaksud yakni Ketua Pengadilan yang ada diwilayah Rutan atau Lapas di derah masing-masing. Jadi intinya, setiap masyarakat ataupun kuasa hukum yang ingin membesuk tahanan harus mengantongi surat izin atau rekomendasi dari Ketua Pengadilan setempat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Rutan Baturaja Herdianto saat dibincangi Selasa 16 Januari 2018. Kata Herdianto penerapan peraturan tersebut bukan semata-mata ingin mempersulit masyarakat atau kuasa hukum warga binaan untuk membesuk melainkan hal itu merupakan upaya pihak Rutan dalam menerapkan aturan perundang undangan yang ada.

“Sebelumnya, aturan ini memang tidak pernah diterapkan, di Rutan Baturaja  sehingga sulit untuk dikontrol, karena banyaknya pengunjung sedangkan petugas kita sangat terbatas dalam melaksanakan pemeriksaan bagi pengunjung serta barang-barang yang di bawa oleh pengunjung,” kata Herdianto.

Lebih lanjut Herdianto mengatakan izin kunjungan yang harus mendapat rekomendasi dari Ketua Pengadilan tersebut hanya berlaku untuk tahanan. Kalau untuk narapidana sudah menjadi wewenang pihak Rutan.

“Kalau untuk narapidana pertama  harus antri dan menunggu satu persatu untuk mendapat giliran. Untuk menghindari antrian, datanglah lebih awal sebelum jam buka Rutan Baturaja, yakni pukul 08.30-11.00 Wib, jam tersebut adalah jam buka reseption atau loket, siapkan kartu identititas kita, KTP, ataupun SIM,” lanjut Herdianto.

print