Investasi KEK TAA Tak Sesuai Target

0
50

Tri

beritasebelas.com,Palembang – Hingga triwulan pertama 2018, investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) baru mencapai Rp 3 triliun, angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan yakni Rp 29 triliun.

“Angka realisasi atau investasi untuk KEK TAA ini memang belum fix. Ada beberapa perusahaan yang belum melapor nilai investasinya, tetapi nilainya tidak jauh dari Rp 3 triliun dengan persentase 10,34 persen,”kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumatera Selatan Megaria, Rabu 25 April 2018.

Megaria menerangkan, nilai investasi yang masuk berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. Sementara KEK TAA yang akan diresmikan Juni nanti, merupakan momen untuk mengejar ketertinggalan target.

“Harapan kami setelah dilaunching arus investasi dari perusahaan yang telah menyatakan minat langsung terlihat,” katanya.

Dijelaskannya, tren investasi di Sumatera Selatan selama dua tahun belakangan memang selalu over target. Di 2017, investasi yang masuk mencapai Rp 25,7 triliun atau melebihi dari target sebesar Rp 25,3 triliun.

Sedangkap capaian realisasi tertinggi terjadi di 2016. Nilai investasinya mencapai Rp 47,36 triliun, jauh dari target yang ditetapkan pemerintah yang hanya Rp 20,62 triliun.

Menurutnya, pencapaian realisasi tahun lalu disumbang dari dua perusahaan besar, PT Hutama Karya dengan proyek jalan tol dengan nilai investasi Rp 2,3 triliun. Satu perusahaan lagi yakni PT Tanjung Enim Lestari (TEL) dengan nilai investasi sebesar Rp 3,2 triliun.

“Untuk 2016, sumbangan investasi terbesar berasal dari PT OKI Pulp and Paper senilai Rp 33,54 triliun. Total investasinya sejak 2014 lalu senilai total Rp 43,68 triliun,” ujarnya.

Untuk mengejar target, Ia menambahkan, beberapa perusahaan yang tahun ini kembali menyatakan minat untuk menanamkan investasinya. PT OKI Pulp and Paper rencananya akan membangun pabrik tisu di kawasan pabrik.

Ada juga PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang membangun pabrik di OKU dengan nilai Rp 2,36 triliun. Selanjutnya terdapat PT Pupuk Sriwidjaja yang membangun pabrik di Palembang senilai Rp 2,80 triliun.

“Belum lagi dari perusahaan yang menyatakan minat berinvestasi di KEK TAA. Sehingga kami optimis, target investasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat bisa terealisasi,” ungkapnya.

print