Jalan Rusak, Siswa SMK Negeri 1 Rambutan Sering Terjatuh

0
12

Advertorial

beritasebelas.com,Banyuasin – Persoalan infrastruktur masih menjadi poin yang dikeluhkan warga saat curhat dengan wakil rakyat. Salah satunya infrastruktur jalan menuju SMK Negeri 1 Rambutan, Banyuasin yang rusak hingga sering membuat siswa terjatuh.

[Warga Kelurahan Jakabaring Selatan saat dialog dengan anggota DPRD Sumsel dapil X Banyuasin pada kegiatan reses tahap pertama tahun 2019]
Kondisi jalan rusak yang menjadi problem bagi pelajar ini terungkap saat dialog warga dengan anggota DPRD Sumatera Selatan asal Dapil X Banyuasin di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada kegiatan reses tahap I tahun 2019 DPRD Sumsel yang berlangsung sejak 6 hingga 11 Maret 2019.

Adapun anggota DPRD Sumatera Selatan Dapil X yang melaksanakan reses adalah Muhammad F Ridho, ST, MT dari Partai Demokrat selaku koordinator dengan anggota Robby Budi Puruhita, SE, dari PDI Perjuangan, Nadia Basjir, SE, dari Partai Golkar, H Ali A Rasyid, SH, dari Hanura, Nasrul Halim, SH  dari PKB dan Maliono, SH dari Gerindra.

[Ketua rombongan reses dapil X MF Ridho menyampaikan paparannya di hadapan warga]
M Ishak, warga Desa Sungai Pinang yang juga guru honor, menuturkan, jalan menuju SMK Negeri 1 Rambutan sudah rusak dan menimbulkan masalah bagi siswa. Apalagi bila hujan, jalan menjadi licin sehingga tak jarang ada siswa terjatuh. Untuk itu, dia berharap anggota DPRD Sumatera Selatan Dapil X membantu agar jalan tersebut bisa segera diperbaiki.

Masih berkaitan dengan infrastruktur, Camat Rambutan Adam Ibrahim mengusulkan jalan provinsi dari Kabupaten Banyuasin ke Kabupaten OKI yang melintas di Kecamatan Rambutan bisa dilebarkan. Begitu juga Kasimun, Kadus Kampung I, yang minta dilakukan pelebaran jalan dan dicor beton.

Sedangkan Atik, salah satu Ketua RT di Sungai Pinang, mengeluhkan banjir yang masuk ke dalam rumah sejak posisi jalan semakin tinggi dari rumah mereka. Selain itu dia pun minta ada kesejahteraan untuk kader Posyandu.

[Warga Desa Sungai Pinang menyampaikan aspirasinya]
Menanggapi persoalan ini, Ridho mengatakan,semua usulan akan ditindaklanjuti dengan kewenangan. Sebelumnya, anggota DPRD Sumatera Selatan Dapil X juga menggelar pertemuan di Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Banyuasin. Di sini, Camat Rambutan, Adam Ibrahim menuturkan tentang persoalan Kelurahan Jakabaring Selatan sebagai wilayah baru hasil pemekaran dari Desa Kedukan yang wilayahnya berbatasan dengan Kota Palembang.

Disebutkan, banyak warga Kelurahan Jakabaring Selatan yang secara administrasi masih berstatus warga Kota Palembang. Menurut Adam, pihaknya akan jemput bola dalam menertibkan masalah administrasi warga, seperti mengurus KTP dan KK. “Ini strategi kami terhadap masyarakat yang masih beradministrasi Palembang,” kata Adam.

Ia juga menyampaikan masih banyaknya masalah infrastruktur di Kelurahan Jakabaring Selatan yang belum bisa diatasi. Dari semua masalah itu, menurut Adam, tidak semua menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Banyuasin, namun ada juga yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

[Warga Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan mengikuti kegiatan reses tahap pertama tahun 2019]
Sedangkan terkait pelaksanaan Pemilu serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang, Adam Ibrahim minta agar disampaikan kepada pihak terkait agar TPS diadakan di perbatasan baik Kota Palembang maupun Kabupaten Banyausin. Warga pun ada yang mengaku bingung kemana harus mencoblos pada 17 April nanti, karena mereka memegang KTP Palembang dan tinggal di wilayah hukum Kabupaten Banyuasin..

Di sini, MF Ridho menjelaskan, hasil koordinasi dengan Bupati Banyuasin diketahui kawasan Jakabaring Selatan sejatinya memang masuk wilayah hukum Kabupaten Banyuasin. Namun tentang TPS di perbatasan, harus dikoordinasikan terlebih dahulu.

“Karena masih ada warga yang masih ber-KTP Palembang, ini harus dipikirkan solusinya. Kita berharap semua warga Jakabaring Selatan dapat memilih di wilayah ini,” kata Ridho.

[Salah satu anggota DPRD Sumatera Selatan dapil X menjawab pertanyaan warga]
Masih berkaitan dengan Pemilu, Maliono, anggota Dapil X, menyarankan, warga yang masih memegang KTP Palembang mengambil model A di RT sesuai KTP dan didata agar mereka bisa memilih di kelurahan sesuai domisili.

Selain soal administrasi, aspirasi lain yang disampaikan seperti mengenai penggalian parit di Jalan Pendidikan agar segera diselesaikan, ada juga warga mengeluhkan lampu jalan belum terpasang, dan perbaikan selokan agar tidak banjir.

Tentang saluran drainase yang tidak normal dan sering banjir, Robby Budi Puruhita mengatakan, hal ini masuk kewenangan Pemerintah Kabupaten Banyuasin namun dapat juga dibantu dengan dana provinsi yaitu dengan dana bantuan daerah bawahan.

print