Jalur Zonasi PPDB SMA Minimal 700 Meter

0
1314

[Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumsel Drs Bonny Syafrian MM – Foto Arto/beritasebelas.com]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ajaran 2019/2020 akan dimulai dengan berbagai jalur. Mulai dari Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik (PMPA) hingga jalur zonasi.

Khusus jalur zonasi, bagi peserta yang mendaftar dengan radiasi jarak rumah ke sekolah lebih dari 700 meter secara otomatis akan ditolak.

Demikian dikatakan oleh Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumsel Drs Bonny Syafrian MM, Rabu 8 Mei 2019.

Bonny menjelaskan, pelaksanaan PPDB untuk SMA diawali dengan jalur PMPA kemudian Mandiri akan dilanjutkan dengan PPDB untuk SMA reguler.

“PPDB SMA reguler ini akan diadakan serentak se-Sumatera Selatan seperti pelaksanaan PPDB untuk SMA Mandiri (Unggulan), jadi pada 9-10 Mei akan dilaksanakan jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA) dan mutasi orangtua terlebih dahulu kemudian dilanjutkan untuk yang lulus  PMPA akan diumumkan pada 11 Mei. Dan pada 13-14 daftar ulang bagi calon peserta didik yang lulus jalur PMPA dan mutasi orangtua,” ujar Bonny.

Dia juga menjelaskan setelah dilaksanakan PPDB jalur PMPA dan mutasi orangtua akan dilanjutkan dengan jalur zonasi, dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan salah satu provider untuk melihat titik jarak antara rumah dan sekolah.

“Pendaftaran dan verifikasi untuk jalur zonasi ini 14 Mei dan jarak maksimal paling jauh itu 700 meter lah yang lewat dari 700 meter otomatis gak lulus. Jadi saran saya pilih sekolah yang dekat dengan rumah saja,” katanya.

Selain jalur zonasi ini bekerjsama dengan provider lokal dan maksimal jarak rumah ke sekolah harus 700 meter, pendaftaran jalur zonasi ini melalui daring. “Seperti PMPA, zonasi dan tes juga begitu. Jadi mendaftar melalui laman sekolah yang ingin dituju kemudian setelah daftar validasi dan veriikasi ke sekolah yang dituju,” katanya.

“Setelah jalur zonasi selesai akan dilanjutkan dengan jalur tes potensi akademik, dan pelaksanaan tes potesi akademik (TPA) akan dilakukan serentak dengan tes TPA SMK pada 25 Mei,” jelansya.

Alasan pihaknya mengadakan TPA berbarengan dengan TPA SMK ini agar calon peserta didik yang tidak lulus tes TPA di SMA bisa mendaftar ikut tes masuk SMK.

“Begitu pula sebaliknya, kalau gak lulus di SMA atau SMK Negeri ya harus sekolah di SMA atau SMK Swasta. Pelaksanaan TPA tergantung sekolah masing-masing bisa pakai sistem CAT atau tes tertulis biasa,” katanya.

Sementara itu, untuk persentasi jalur PMPA, zonasi dan TPA tingkat SMA ini, 5 persen untuk jalur PMPA, 5 persen untuk jalur mutasi atau pindah orangtua, 40 persen jalur zonasi dan 50 persen jalur TPA.

“Pelaksanaan pendaftaran dan daftar ulang peserta didik baru (reguler/klaster 3) SMA Negeri se Provinsi Sumatera Selatan Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak dipungut biaya (gratis),” pungkasnya.

Jadwal PPDB SMA Negeri reguler:

9-10 Mei: Pendaftaran jalur PMPA dan mutasi orangtua

11 Mei: Pengumuman yang lulus jalur PMPA

13-14 Mei: Daftar ulang bagi calon peserta didik yang lulus jalur PMPA dan mutasi orangtua

14 Mei: Pendaftaran jalur zonasi

20 Mei: Pengumuman yang lulus jalur zonasi

21-23 Mei: Daftar ulang bagi calon peserta didik yang lulus jalur zonasi

25 Mei: pelaksanaan tes potensi akademik

28 Mei: Pengumuman bagi calon peserta didik yang lulus jalur TPA

29-31 Mei: Daftar ulang yang lulus TPA

Catatan: mulai pendaftaran hingga pengumuman melalui daring/reguler tergantung sekolah masing-masing tempat mendaftar

print