Jelang Asian Games, Inasgoc Monitoring Sponsor Gelap

0
54

Arto

[Suasana sosialisasi INASGOC soal sponsorship dan penggunaan logo Asian Games di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang – foto Arto beritasebelas]

beritasebelas.com,Palembang – Jelang pelaksanaan Asian Games yang tinggal hitungan bulan, Panitia Pelaksanaan Asian Games 2018 (Inasgoc) akan membentuk satuan tugas (Satgas) Pengawasan Ambush Marketing. Yang mana pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memproteksi sponsor-sponsor gelap yang mencoba mengambil keuntungan dengan menjual produk diluar sponsor resmi yang bekerjasama dengan Inasgoc.

Demikian disampaikan Direktur Revenue Deputi II Inasgoc, Hasani Abdulgani dalam acara Workshop Anti Ambush Marketing “Rights Protection di hotel Swarna Dwipa, Rabu 11 April 2018.

“Tuan rumah harus memantau, mengendalikan dan mencegah pemasaran ambush marketing dengan menggunakan logo, lambang dan hal-hal lain yang berhubungan dengan event yang sedang di selenggarakan. Nantinya pembentukan  Satgas ini akan bekerjasama dengan aparat  Kepolisian dalam hal ini dengan Kabareskrim,” ujar Hasani Abdul Gani.

Menurutnya, dibentuknya Satgas pengawasan ambush marketing, dikarenakan mulai ditemukannya kompetitor yang memasang iklan atau menjual produknya tanpa izin dari pihaknya. Sehingga disinyalir dapat merugikan pihaknya dan sponsor resmi yang bekerjasama dengan pihaknya.

“Contohnya di Palembang belum lama ini kita menemukan adanya salah satu kompetitor transportasi online rekanan kita, Grab melakukan kerjasama dengan pihak Pemda memasang bilboard dengan mencantumkan  logo Asian Games beserta kata-kata “Turut Mendukung Asian Games 2018”. Padahal rekanan kitakan Grab,” tuturnya.

Karena itu, dengan adanya Satgas ini nantinya dapat membantu meminimalisir terjadinya Ambus Markaeting ini dengan melakukan pengawasan-pengawasan yang berpotensi terjadinya Ambush Marketing. Seperti penjualan-penjualan atribut-atribut maupun mercandhise dengan logo Asian Games dari pelaku UKM dan PKL yang tidak bekerjasama langsung dengan Inasgoc.

“Intinya kalau mau memanfaatkan Asian Games ini untuk kepentingan pribadi harus ada aturannya dong, ini event Internasional, tentunya kita ingin event ini sukseskan. Kalaupun UKM dan PKL ingin menjual produk mereka silahkan, tapi tanpa menggunakan logo dan brand kita,” katanya.

Sambungnya, saat ini ada 37 sponsor resmi yang bekerjasama dengan Inasgoc. Yang mana event Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ini merupakan event olahraga terbesar di Asia yang bakal menarik banyak perhatian tak terkecuali menjadi daya tarik juga untuk para sponsor diluar sponsor resmi yang memang bekerja sama dengan pihak Inasgoc.

“Nanti di H-14 sebelum games sampai dengan H+5, 1 km dari tempat pertandingan akan disterilkan dari sponsor lain di luar sponsor resmi ini,” ulasnya.

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Kementerian Hukum dan HAM, Abel Chandra mengatakan, merk dagang yang didaftarkan Inasgoc sudah berlaku secara Internasional. Hanya saja bila terjadi pelanggaran maka dikembalikan lagi kepada pihak Inasgoc selaku penyelenggara apakah mengizinkan penggunaan kata-kata “Asian Games” beserta logo. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografik merk.

“Dalam merk dagang hukumnya perdata, langkah yang ditempuh nantinya masuk ke penuntutan sanksi kerugian. Jumlahnya berapa tergantung dari pihak yang merasa dirugikan,” pungkasnya.

print