Kapal Tongkang Bermuatan Akan Dikawal

0
77

Yuansa

beritasebelas.com,Palembang – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perhubungan bersama Tim Jasa Angkutan Indonesia anak perusahaan PT Pelindo beserta Jasa Asuransi Spica Indonesia meninjau lokasi insiden kapal tongkang angkutan batu bara yang menabrak pelindung tiang dan fender Jembatan Ampera.

“Kita hari ini bersama tim turun kelapangan, baik dari Pemerintah, Balai Besar Jembatan, PU dan dari Tim Konsultan mereka,” ujar Kurniawan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang.

[Alur Sungai Musi]
Dijelaskan Kurniawan, kedepanya Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan akan menerapkan sistem pengawalan kapal-kapal tongkang yang bermuatan selama dalam pelayaran.

Dari hasil tinjauan lapangan, menurut tim dari Jasa Asuransi Spica Indonesia Rezandi secara visual ditemukan adanya retakan di bagian kolom fender.

“Ada retak dibagian kolom,”ujarnya.

Sedangkan mengenai pembayaran ganti rugi yang akan dibayarkan oleh pihak asuransi Rezandi mengatakan nanti ada proses lebih lanjut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumatera 5, Suwarno mengatakan telah melakukan kroscek, dijelaskanya tidak ada kerusakan yang cukup parah untuk Jembatan Ampera setelah ditabrak tongkang bermuatan batu bara.

Suwarno mengatakan setelah melakukan peninjauan di Jembatan Ampera. Ia melihat untuk tempat dudukan Jembatan Ampera belum terlihat pergeseran dan tidak ada keretakan yang sangat signifikan terhadap jembatan.

“Kita lihat  ada empat dudukan secara teknis, kalau di bawah ini goyang, pasti dudukan yang mengalami pergeseran. Secara visual kami cek tadi itu tidak mengalami keretakan, kalau secara visual cuman tergores sekitar 30 cm itu secara visual, ” ujarnya.

Namun untuk pengecekan secara teknis, akan dilakukan pihaknya dengan mendatangkan alat bondit. Suwarno mengungkapkan untuk alat bondit itu sendiri adalah alat pengecek keretakan suatu beton, prinsip kerjanya seperti dengan alat kedokteran yaitu USG.

“Alat bondit itu dapat mengecek keretakan tulang jembatan bergeser atau tidak itu pakai alat bondit,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau memang terjadi keretakan pada Jembatan Ampera, pihaknya telah menyiapkan alat grouting. Suwarno menjelaskan untuk alat grouting tersebut merupakan material yang mempunyai sifat cair atau flowable, dan digunakan untuk mengisi ruang kosong di antara dua bidang, mentransfer beban, meratakan dudukan mesin dan struktur diatasnya, dan mempercepat waktu pengerasan  karena bersifat fast setting sehingga dapat segera digunakan.

“Itu teknologi terbaru, kalau memang terjadi keretakan  akan di suntik, kayak mengisi dengan tekanan beberapa bar dan mutu tinggi diatas 500 kg/cm kuat tekannya beton groting tadi,  itu nanti beton yang akan masuk ke sela-sela retakan, groting dengan beton,” jelasnya.

print