Kembangkan Varietas 32

0
1011

beritasebelas.com

****

oleh Dayat

Beritasebelas.com, Lahat – Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus mendorong penggunaan bibit padi varietas Inpari 32. Mengingat varietas memiliki sejumlah keunggulan selama ini masih jarang dikembangkan petani Sumatera Selatan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Hasyim Sembiring, dalam Kegiatan Gerakan Pasca Panen Padi dan Jagung di Desa Jentian dan Tongkok, Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat, Kamis 8 September 2016.

“Untuk Kabupaten Lahat, bagus untuk dikembangkan varietas ini. Karena banyak keunggulannya,” jelasnya.

panen
[Panen padi]
Pelaksana harian Sekretaris Daerah Lahat, Ramsi, SIP mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lahat, sangat konsen terhadap pembangunan pertanian. Terlebih lagi, akan terus memacu peningkatan produksi tanaman pangan menuju ‘Lahat Bangkit 2018’.

“Peningkatan produksi, khususnya padi dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan,” ucapnya.

Lebih rinci diuraikannya, berdasarkan data angka tetap Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, produksi padi yang dihasilkan tahun 2014 sebesar 150.850 ton gabah kering giling atau setara beras 95.336 ton. Sedangkan kebutuhan beras penduduk sebesar 45.767 ton.

“Dengan demikian mengalami surplus sebesar 49.570 ton,” jelasnya.

Demikian juga, sambungnya, pencapaian produksi di tahun 2015, juga mengalami surplus. Dimana hasil produksi padi tahun lalu mencapai 159.669 ton gabah kering giling atau setara dengan 100.176 ton beras. Jumlah tersebut meningkat 8.819 ton gabah kering giling dibandingkan tahun 2014 sebesar 150.850 ton gabah kering giling atau kurang lebih 5,85 persen.

“Dengan asumsi kebutuhan beras perkapita pertahun yang sama, maka pada tahun 2015 lalu produksi beras Kabupaten Lahat surplus sebesar 54.409 ton beras,” imbuhnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lahat, Hapit Fadli menyambung dorongan dari Dirjen Tanaman Pangan mengatakan, bahwa sejumlah kelompok tani di Bumi ‘Seganti Setungguan’ sendiri sudah ada yang menggunakan padi varietas Inpari 32, seperti kelompok tani di Kecamatan Pajar Bulan dan Kecamatan Pagar Gunung.

“Kelompok tani Mandiri di Kecamatan Pagar Gunung bahkan siap memproduksi benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 75 ton,” ungkapnya.

Hapit mengakui bahwa memang jenis padi ini memiliki sejumlah keunggulan tersendiri dibandingkan varietas padi lainnya. Diantaranya malainya panjang, rumpunnya besar serta tahan terhadap penyakit merah beras.

“Tentu akan terus kita sosialisasikan dan ajak petani untuk mengembangkanya. Apalagi saat ini petani kita mulai tertarik dengan cara modern yang lebih menghasilkan,”terangnya.

print