Keunggulan & Kelemahan SFC

0
97

Anugrah

[Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan bersama pelatih Persela Lamongan Aji Santoso – fito Anugrah beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Sriwijaya FC memang berhasil menang telak 5-1 dari Persela Lamongan dalam partai lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu 2 Juni 2018 malam.

Kendati demikian, bukan berarti jajaran pelatih tidak punya koreksi atau pekerjaan rumah (PR) atas permainan Hamka Hamzah jelang laga berikutnya melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei, Jumat 8 Juni 2018.

Salah satu koreksi di laga melawan Persela yakni kebobolan satu gol pada menit ke-82 oleh Loris Arnaud. Di laga ini, SFC memang tampil menekan, kedua wing bek SFC Marcho Sandy Maraudje dan Novan Sasongko kerap membantu serangan.

Kontribusi kedua bek ini pun cukup besar bagi serangan SFC. Tapi, ada dampak negatif dari strategi itu, saat tim lawan melakukan serangan balik.

Pos kosong di posisi wing bek kerap menjadi lubang masuk bagi pemain lawan. Hal itulah yang harus coba di tutup pemain lainnya.

Namun, saat melawan Persela Lamongan, satu gol yang dicetak Arnaud, RD mengakui jika itu kesalahannya. Saat gelandang Ichsan Kurniawan masuk, ia lupa menyampaikan kepada pemain jebolan SFC U-21 itu untuk bergeser ke sisi lapangan kanan saat Marcho maju membantu serangan.

“Ya, itu murni kesalahan dari saya. Saya lupa menginstruksikan kepada Ichsan untuk melakukan covering di zona kanan, saat Yu Hyun Koo ditarik keluar, ketika Marcho naik. Akhirnya mereka masuk dari sana dan memanfaatkan situasi tersebut,” kata Pelatih SFC Rahmad Darmawan, Minggu 3 Juni 2018.

Kendati demikian, itu tetap menjadi pengingat bagi pelatih untuk tidak lupa dan selalu mengingatkan pemain di posisi gelandang bertahan untuk dapat menutupi pos pertahanan yang kosong.

Tak hanya wing bek saja, di posisi senterbek juga kerapkali ditinggalkan Mahamadou N’Diaye dan Hamka Hamzah, saat rekan-rekannya dapat kesempatan melakukan tendangan bebas.

Disaat Hamka dan N’Diaye maju membantu serangan, pemain lain harus peka dan segera mengisi kekosongan itu. Jika tidak dilakukan, maka saat lawan berhasil mematahkan serangan, counter attack terjadi maka dengan mudah gol bakal dicetak tim lawan.

“Jadi, memang semua harus kerja keras dan bekerja secara tim. Pemain harus saling bisa menutupi,” jelasnya.

print