KONI Jemput Bola Update Database

0
15

Anugrah

beritasebelas.com,Palembang – Saat ini peperangan tak lagi berbentuk senjata melainkan di bidang olahraga dalam segala cabor. Hal inilah yang disampaikan Sekretaris Umum KONI Sumatera Selatan Ahmad Taqwa, pada Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Data Pelaku dan Tenaga Keolahragaan Nasional Provinsi Sumatera Selatan Mendukung Persiapan Asian Games 2018, di Hotel Peninsula, Selasa 29 Agustus 2017

Dalam diskusi yang dihadiri seluruh Pengurus Provinsi di Sumatera Selatan ini, Taqwa mengungkapkan, jika data menjadi awal dalam meraih prestasi. Data menjadi bagian penting dalam sistem untuk mencapai prestasi di bidang olahraga.

[FGD yang dilakukan oleh KONI Sumatera Selatan untuk memastikan data base yang benar mengenai prestasi olahraga di Sumatera Selatan – Foto Anugrah beritasebelas]
Saat ini, KONI Sumatera Selatan terus bekerja mendorong prestasi di PON 2020. Sriwijaya 2020 sudah dibentuk sebagai sistem untuk menyiapkan atlet di PON Papua.

“Maret lalu sudah kita mulai, atlet berprestasi yang datanya sudah ada, sudah dipanggil dan dikumpulkan, dan telah disiapkan,” ucapnya.

Di era saat ini, data atlet ataupun pelatih prestasi, tak hanya sebatas tersedia saja. Tapi saat ini soal kecepatan.

“Kalau dibutuhkan data, dalam hitungan menit bisa kita dapat, barulah peperangan di bidang olahraga bisa dimenangkan,” ungkapnya.

Misalnya saat dibutuhkan data untuk pemberian penghargaan buat atlet atau berprestasi pada Hari Kemerdekaan RI atau Hari Olahraga Nasional. Maka KONI Sumatera Selatan ataupun Pengprov harus punya database.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Pusat Nazarudin menambahkan, kedatangan pihaknya ke Sumatera Selatan guna meng-update database yang ada saat ini.

“Kita apresiasi database yang sebenarnya sudah ada di KONI Sumsel, kita tahu juga ini Provinsi terbaik di luar jawa, karena banyak event internasional digelar disini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bidang Pusat Pengolahan Data (Pulahta) Trisono Widiyanto, diakuinya jika data yang ada sekarang tertinggal jauh dengan yang ada di daerah. Pihaknya terakhir mengupdate database saat PON di Bandung. Tapi, itu juga masih jauh dari sempurna.

“Misalnya di data kita, Sumsel cuma punya 14 pelatih, empat wasit, saya kira pasti lebih, makanya kami datang dan akan membagikan formulir untuk memperbaharui database itu,” ucapnya.

Dari biodata yang disiapkan, jauh lebih lengkap. Sebut saja seperti gizi atlet, berat badan, medis, tenaga teknis, bahkan ukuran sepatu atlet pun diminta.

“Kita mau semua data itu terisi, sehingga saat dibutuhkan telah tersedia,” ucapnya.

Sedangkan terkait permintaan Pengprov untuk mempermudah pengisian formulir lewat aplikasi atau email langsung, pihaknya pun siap untuk mengakomodir hal itu.

“Tujuan kegiatan ini mengetahui apa yang harus dilakukan untuk pengumpulan data, jadi pastinya akan kita pertimbangkan seluruh masukan,” katanya.

print