Kontroversi Vaksin MR, Orang Tua di OKU Cari Aman, Liburkan Anaknya Sekolah

0
35

Bagus

beritasebelas.com, Baturaja –  Belum adanya kejelasan tentang halal atau haramnya vaksin Measles Rubella (MR), membuat para orang tua siswa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) khawatir.

Dampaknya, banyak para orang tua yang menolak kegiatan imunisasi itu, yang secara serentak dilakukan awal Agustus tadi, termasuk di OKU. Selain menganggap vaksin MR mengandung material hewan yang haram, masyarakat terkhusus para Orang tua siswa juga takut vaksin tersebut akan menyebabkan efek samping.

Mila salah satunya. Putrinya yang saat ini baru duduk di bangku Taman Kanak-kanak di Baturaja terpaksa tidak ia suruh masuk sekolah hari ini.

“Hari ini ada vaksin itu (MR,red) di sekolahnya. Saya takut ada apa-apanya dengan vaksin itu. Jadi saya liburkan saja,” ungkapnya.

Dirinya sendiri mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah itu, terkait ketidakhadiran anaknya di sekolah.

“Saya sudah telpon gurunya. Mereka juga menyarankan demikian. Mending tak usah masuk dulu hari ini. Daripada menolak disana. Gak enak sama dokternya nanti,” imbuh dia.

Hal serupa nanti akan diterapkan pada putra sulungnya pada lusa nanti. Dimana rencananya, putranya yang duduk di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Baturaja ini, juga akan ia liburkan lusa nanti.

“Ya, lusa nanti anak saya yang jelas 3 SD juga akan divaksin di sekolahnya. Tapi tidak saya suruhlah. Biarlah libur dulu di rumah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Selatan meminta Dinas Kesehatan Sumatera Selatan dan kabupaten/kota se Sumatera Selatan menunda pelaksanaan vaksinasi Measles Rubbela (MR). Penundaan ini diminta MUI Sumatera Selatan lantaran belum adanya kejelasan tentang halal atau haramnya vaksin MR.

“Karena adanya keresahan masyarakat terhadap vaksin MR, maka MUI Sumsel berdasarkan keputusan Ketua MUI Pusat untuk menunda vaksin MR sampai ada kejelasan halal atau haramnya,” ujar Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar dalam keterangan persnya di Kantor MUI Sumatera Selatan, Senin 6 Agustus 2018.

print