Kurang Syarat, Pendaftaran Husni-Supartijo Diwarning KPU

0
28

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Pendaftaran Pasangan Bakal Calon (Balon) Husni Tamrin-Supartijo untuk bertarung di Pilkada Banyuasin diwarning KPUD Banyuasin. Pasalnya pasangan independen ini belum melengkapi kekurangan syarat 6.000 lebih bukti dukungan.

Ketua KPUD Banyuasin Dahri mengatakan, dihari pertama pembukaan pendaftaran,  Pasangan Independen ini merupakan yang pertama mendaftar. Kendati demikian dia mewanti kepada Husni cs untuk segera melengkapi kekurangan syarat dukungan.

[Pasangan Bakal Calon (Balon) Husni Tamrin-Supartijo dari Independen mendaftar di KPU Banyuasin – foto Haqulana beritasebelas]
“Berdasrkan hasil pleno verifikasi faktual, bulan lalu. Pasangan  ini dikenakan sanksi harus melengkapi 6.464 bukti dukungan,” katanya Senin 8 Januari 2018.

Meski demikian, tetap berhak untuk mendaftar sesuai dijadwalkan 8-10 Januari. Bila terjadi kekurangan berkas, untuk perbaikan berkas verifikasi diberi kesempatan sampai 18-20 Januari mendatang.

“Penetapan akan dilakukan 2 Februari, bila masih ada yang belum lengkap, kami pastikan tidak bisa ikut menjasi peserta Pilkada,” katanya.

Sedangkan itu Burlian Abdulah, Ketua Tim Pemenangan Husni-Supartijo mengatakan, pihaknya tidak khawatir dengan sanksi kekurangan dukungan tersebut. Karena, semuanya telah lengkap, tinggal menunggu waktu yang telat untuk menyerahkan ke KPU.

“Kekurangan dukungan sekira 6.000 an, tapi kami sudah siapkan 15.000 dukungan untuk itu, bukan masalah serius,” katanya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, saat mendaftar ke KPUD Banyuasin, pasangan Independen ini diantar konvoi kendaraan dan pertunjukan barongsai. Uniknya lagi, meski Balon Bupati Husni Tamrin ini basiknya kiyai dan pembina Pondok Pesantren Qodratulah, tokoh dari lima agama ikut hadir memberikan dukungan. Perwakilan etnis, suku dan berbagai budaya yang ada di Banyuasin juga ikut memperpanjang barisan mengantarkan Husni-Supartijo mendaftar.

“Calon ini agamanya kental, karena itulah kami mendukung nya, meski kita berbeda kepercayaan. Setahu saya, semakin dalam ilmu agama seseorang semakin tinggi tingkat toleransinya,” ungkap Antonius salah seorang pendukung yang ikut mengantar pasangan Husni-Supartijo.

 

print