Lahat Sarang Narkoba

0
218
[Kasat Narkoba Polres Lahat AKP Bobby Eltarik SIK]

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Tingginya angka ungkap kasus Narkoba yang ditangani oleh Satres Narkoba Polres Lahat, perlu diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dalam dua triwulan terakhir, tercatat perkara kasus Narkoba jenis sabu mengalami kenaikan, sementara untuk ganja mengalami sedikit penurunan.

Disisi lain, hal ini justru menjadikan Bumi Seribu Megalith menjadi “Sarang Narkoba.” Hal ini tentu didasarkan pada tingginya angka ungkap kasus peredaran gelap Narkoba yang terungkap, maupun yang belum terungkap di Kabupaten Lahat.

Dari data yang di release Polres Lahat, dalam dua triwulan terakhir, terjadi kenaikan signifikan terhadap penyalahgunaan Narkoba jenis sabu dan ekstasi. Pada triwulan pertama (Januari-Maret) tercatat 18 LP ungkap kasus Narkoba jenis sabu dengan barang bukti sebanyak 32,2 gram.

Sedangkan pada triwulan dua, angka tersebut meningkat mencapai 33,3 persen, dengan 24 LP dengan berat mencapai 189,445 gram sabu. Bahkan, untuk perkara Narkoba jenis ekstasi meningkat hingga 100 persen. Jika triwulan 1 ada 2 kasus dengan jumlah barang bukti 18 butir, pada triwulan 2 meningkat menjadi 4 kasus dengan jumlah barang bukti sebanyak 72 butir.

“Memang untuk perkara Narkoba jenis sabu mengalami peningkatan. Apalagi untuk inek atau ekstasi malah mengalami peningkatan hingga 100 persen,” ungkap Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Narkoba, AKP Bobby Eltarik, Sabtu 29 Juni 2019.

Tingginya angka ungkap kasus Narkoba tersebut, jelas menjadi cerminan jika Kabupaten Lahat saat ini menjadi pangsa pasar empuk bagi bandar Narkoba. Hal ini juga terlihat dari jumlah tersangka yang diamankan dalam dua triwulan terakhir rata-rata merupakan pengedar.

“Untuk status tersangka memang rata-rata pengedar. Pada triwulan 1 kita amankan 10 pengedar, 21 pemakai dan 3 penanam. Sedangkan pada triwulan 2 ada 21 pengedar, dan 18 pemakai,” pungkasnya.

print