Lakukan Pendataan Anak Napi Jelang UAS

0
19

Arto

[Tim pendidikan dari LPKA Anak Didik Lapas saat melakukan proses data siswa – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Jelang Ujian Akhir Sekolah (UAS) bagi jenjang SD, SMP dan SMA Senin depan menjadi persiapan tersendiri bagi sekolah meskipun masa libur awal Ramadhan.

Pun juga termasuk Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Anak Didik Lapas (Andikpas) Kelas 1 Pakjo Palembang atau anak Napi atau juga sekolah fillial. Pasalnya dengan suasana libur, pihak LPKA  memanfaatkan momen teraebut dengan mendata seluruh biodata siswa Andikpas.

Kasi Pembinaan LPKA kelas 1 Pakjo Fuad mengatakan berhubung tidak ada aktivitas pembelajaran atau sedang libur, makanya Ia meminta anggota LPKA untuk mendata siswa andikpas, dimana setiap tahun jumlah siswa andikpas selalu berkurang, lantaran mereka sudah banyak bebas.

“Tahun 2016 lalu kita mendata terdapat andikpas dari SD, SMP, SMA berjumlah 136, tahun 2017 ada 108, dan tahun 2018 ini ada sekitar 80 yang masih sekolah. Soalnya hari Senin mendatang khusus siswa SD kelas 3, 4 dan 5 mereka bakal menggelar ulangan semesteran,”ujarnya, Jumat 18 Mei 2018.

Memang untuk sebagian siswa kelas 6, mereka sudah mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan juga sebagian ada beberapa andikpas LPKA sudah bebas.

“Ya, kami melakukan pendataan untuk melihat siapa saja siswa yang masih sekolah, salah satunya dengan melihat nilai raport, nama siswa serta kartu keluarga dilihat, apakah sama dengan data yang ada,” jelasnya.

Perlu diketahui, sebagian yang sudah bebas ada beberapa masih tetap masuk mengikuti pembelajaran di LPKA Kelas 1 Pakjo. Bukan berarti dia terkena hukuman, melainkan untuk menuntut ilmu sampai jenjang SMA.

“Kami berharap banyak kepada andikpas, baik yang sudah bebas ataupun belum bebas, kalau bisa mereka menempuh pendidikan minimal tamatan SMA, sehingga saat mereka keluar dari LPKA, para andikpas memiliki bekal serta ilmu bermanfaat untuk masa depan nantinya,” ungkapnya.

Meski LPKA tempat pembinaan, tidak berarti mereka tidak mendapatkan pendidikan yang layak seperti siswa pada umumnya.

“Kebanyakan mereka yang sudah bebas dan tidak mau bersekolah ditempat lain, dikarenakan usia mereka yang tidak layak lagi, soalnya rata-rata andikpas tibgkat SD mulai dari umur 15 tahun sampai 17 tahun, lalu mereka malu melihat temannya. Kita harap mereka yang masih tingkat SD dan SMP bisa menyelesaikan  pendidikannya hingga tingkat SMA,” pungkasnya.

print