Langka, Harga Elpigi 3 Kilo Meroket

0
62

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Warga Banyuasin ‘Menjerit’, gas elpigi 3 kg meroket hingga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu pertabung, stok nya pun langka di pasaran.

Seperti yang dikemukakan Alex Suyitno (41) warga Perumahan Sukajadi Indah Kecamatan Talang Kelapa, akhir-akhir ini gas 3 kg sangat sulit didapat. Hal ini menyusul isi akan dilakukan pencabutan subsidi gas 3 kg oleh pemerintah.

“Biasanya saya beli satu tabung Rp 19.000, kemarin naik jadi Rp 25.000,- itupun sudah keliling-keliling baru dapat,” katanya.

Parahnya lagi, bahkan ada pedagang yang tidak melayani tukar isi tabung gas. Mereka hanya menjual gas komplit dengan tabung nya.

“Kita dipaksa beli tabung lagi kalau mau dapat gas 3 kg yang harganya ratusan ribu,” katanya.

Anehnya, tumpukan elpiji di agen banyak sekali, ketika ditanya elpiji mereka menyebutkan elpiji kosong. Diduga, gas elpiji yang merupakan jatah wilayah Talang Kelapa ini didistribusikan ke wilayah perairan yang harga jualnya lebih mahal.

“Permainan harga elpiji ini jelas menyengsarakan masyarakat, kelangkaan elpiji dirasakan sejak awal September lalu, hingga kini, hal ini luput dari pantauan pemerintah,”ungkapnya.

Semestinya dinas terkait melakukan razia izin agen- agen elpiji di kecamatan Talang Kelapa, kok agen banyak, tapi elpiji masih susah didapatkan, apakah izin mereka sudah sesuai dengan kegiatan sehari-harinya.

“Kalau izin pangkalan di Talang Kelapa, harusnya jualnya juga di sini. Kalu tidak mau, mending ditutup saja,” katanya.

Menanggapi hal itu, Lili Antaradewa Anggota DPRD Banyuasin menegaskan dalam hal ini pemerintah melalui dinas terkait segera mengecek langsung pendistribusian elpiji, disinyalir adanya permainan pihak agen.

“Bisanya angen dan pangkalannya berdomisili di Banyuasin, tapi distribusi ke daerah lain yang harga jualnya lebih mahal. Kami minta pemerintah harus campur tangan kelangkaan dan melonjaknya harga elpiji, ini jelas ada indikasi permainan agen untuk meraup keuntungan diri sendiri, tanpa memikirkan kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Banyuasin Ria Apriani mengatakan kelangkaan gas elpigi kemungkinan disebabkan pasokan gas yang kurang. Namun, untuk harga, dia menilai pedagang tidak diperkenankan menaikkan harga asal-asalan melebihi standar eceran tertinggi (Het).

“Kami akan turunkan tim untuk mebecek peredaran dan harga gas 3 kg. Kalau menjual jauh di atas HET bisa dikenakan sanksi,” singkatnya.

print