Legalkan Parkir Dibadan Jalan, Ini Jawaban Kadishub Lahat

0
57

A Yudiansyah

[Salah satu tempat usaha yang tidak menyediakan lahan parkir, hingga memakan separuh badan jalan – foto A Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Lahat – Banyaknya tempat usaha yang berada dipinggir jalan, dan juga tidak memiliki lahan parkir yang mencukupi kerap menyebabkan terjadinya kemacetan akibat jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas.

Bahkan, lahan parkir yang yang ada dan sudah disediakan, tak jarang justru digunakan sebagai tambahan lapak menjajakan dagangan atau fasilitas penunjang dagangan yang membuat kendaraan harus diparkir di bahu jalan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST,SH mengatakan, pihaknya meminta pihak terkait melakukan penertiban. Apalagi salah satu syarat untuk mendapatkan izin bangunan usaha adalah menyediakan lahan parkir.

“Misal untuk bangunan hotel, minimal seperempatnya disiapkan lahannya untuk parkir. Ada peraturan yang harus dipenuhi, jika tidak bangunan tersebut tidak akan diizinkan,” ujar sanderson, Sabtu, 21 April 2018.

Mereka yang ingin mengubah rumah tinggal menjadi restoran, tempat usaha, hotel, klinik atau bangunan untuk perdagangan harus mengurus IMB lagi. Nah, pengurusan IMB sekarang harus dilengkapi persyaratan yang lebih komplit. Mulai dari izin gangguan dan UKL/UPL. Termasuk, Amdal lalu lintas (AMDAL LALIN).

Perihal tempat usaha yang dalam perjalanannya mengalihfungsikan tempat parkir yang seharusnya mereka sediakan, Sanderson berujar hal itu menyalahi aturan dan membuat kondisi jalan semakin macet. Belum lagi bila kawasan itu memang pusat keramaian seperti jalan Mayor Ruslan dan Kolonel Barlian.

“Kita minta pihak terkait memberikan peringatan lebih dulu, kalau tidak diindahkan supaya ditutup usahanya. Sanksi keras sampai izin dicabut. Harus tegas,” tekan Sanderson.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Perhubungan Lahat Drs H Deswan Irsyad, M.Pdi melalui pesan WhatsApp (WA) seolah melegalkan dan mengizinkan bahu jalan yang seyogyanya diperuntukkan bagi pengendara dan pengguna jalan, tetapi dialihfungsikan menjadi lahan parkir, bahkan sering membuat terjadinya kemacetan.

“Untuk tempat yg tidak ada rambu dilarang parkir, siapa saja boleh parkir di tempat tersebut,” ujar Deswan singkat.

print