Lewat Pengabdian Masyarakat, Dosen Polsri Ubah Produksi Kemplang Manual Jadi Otomatis

0
28

[Slamet Widodo, MKom selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Teknik Komputer Polsri saat menyerahkan bantuan mesin pencetak kemplang  di Toko Kemplang Matahari Lunjuk Jaya Palembang – Foto Arto/beritasebelas.com]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Berkembangnya teknologi dewasa ini membuat pekerjaan semakin mudah. Masuknya revolusi Industri 4.0 membuat aktivitas produksi perekonomian pun dituntut mengadopsi teknologi manakala bersaing di era saat ini.

Berangkat dari hal tersebut, Tim Dosen Program Studi Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang diketuai oleh Slamet Widodo MKom dan dua anggotanya Ir Bahri Joni Malyan MKom dan M Miftahul Amin SKom M Eng melakukan Pengabdian Masyarakat di Industri Kecil Menengah (IKM) berupa Produksi Toko Kemplang di Palembang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Teknik Komputer Polsri Slamet Widodo mengatakan bahwa program pengabdian ini didukung oleh Dirjend Riset Pengabdian Masyarkat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Dan pengabdian ini kita mengedukasi pemilik produksi Toko Kemplang Matahari Lunjuk Jaya, Lebak Keranji daj Sukawinatan bahwa selama ini mereka menggunnakan alat manual untuk mencetak kerupuk kemplangnya,”ujar Slamet.

Ia menambahkan dengan pengabdian masyarakat ini mereka diedukasi dan diberi penyuluhan berikut diberijan bantuan Mesin Pemotong Kerupuk Kemplang Otomatis.

Dan luar biasa, mesin itu membuat produksi tersebut meningkat tajam. Dengan kapasitas 50 kilogram tepung dan komposisi 3 kilogram ikan biasanya diproduksi dengan manual biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam kalau menggunakan mesin otomatis pencetak kerupuk kemplang ini bisa hanya 10-15 menit.

“Dan tentu, Mesin Pemotong Kemplang dengan teknologi Internet of Thing ini membuat Toko Kemplang Matahari milik Bapak Nirahman dan Toko Kemplang Matahari milik Pak Sugianto semakin memudahkan produksinya dari manual menjadi otomatis tenaga mesin dengan mesin dan tenaga listrik,”urainya.

Dikatakan Slamet bahwa tim pengabdian masyarakat telah menyerahkan satu unit mesin pemotong krupuk kemplang dan dalam waktu dekat akan diserahkan kembali satu unit untuk Produksi Toko Kemplang lainnya.

“Mudah-mudahan ini menjadi salah satu kontribusi kami ke masyarakat dalam membantu mengembangkan usaha IKM masyarakat melalui program pengabdian masyarakat yang didukung oleh Menristekdikti,”jelasnya.

Dikatakan Slamet Widodo bahwa proses Pengabdian Masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap. Mulai dari tahap survei dan studi kelayakan, tahap penyuluhan mulai dari cara operasi pemakaian dan safety. Sedangkan tahap terakhir tahap penyerahan.

print