Melalui Bidang Kominfo, Banyuasin Raih Penghargaan Lagi

0
38

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Penghargaan untuk sektor komunikasi dan informatika, seperti tak pernah disematkan untuk Kabupaten Banyuasin. Kali ini nama Pemerintah Kabupaten Banyuasin kembali terangkat, melalui penghargaan Smart City 2017 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Untuk aplikasi Pilkades e-voting, aplikasi sapa Banyuasin dan keberhasilan menyusun suatu konsep kabupaten cerdas untuk 15 tahun kedepan.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki kepada Bupati Banyuasin SA Supriono  dalam acara Seminar & Penghargaan Menuju 24 kabupaten/kota Smart City 2017 di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta, Rabu 15 November 2017.

[Bupati Banyuasin SA Supriono bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyuasin setelah menerima penghargaan – Foto Haqulana beritasebelas]
Kabupaten Banyuasin termasuk dalam 24 kabupaten/kota yang terpilih ditahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City di kota Makasar tahun 2016 dari 514 kabupaten/kota se Indonesia, lalu telah berhasil menyusun smart city masterpan.

Di dalamnya terdapat berbagai program yang memanfaatkan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang di masing-masing daerah sampai 15 tahun ke depan.

Gerakan menuju 100 smart city ini merupakan program bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Kepresidenan dengan tujuan pemerintah deraha dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Banyuasin SA Supriono yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Erwin Ibrahim berkesempatan menjadi narasumber dalam seminar & penghargaan gerakan menuju 100 Smart City 2017 menyampaikan bagaimana implementasi program-program di Kabupaten Banyuasin yang telah memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Kabupaten Banyuasin telah melaksanakan Pilkades e-voting terbanyak di Indonesia dan telah mendapat pengakuan secara Nasional baik dari rekor muri maupun dari Kementerian Riset da Teknologi, serta Kementerian Komunikasi da Informatika, yang menjadi pilihan di dalam memperbaiki sistem demokrasi, karena di dalamnya ada sistem aplikasi yang bisa digunakan masyarakat untuk memberikan hak suaranya dengan sangat transparan, akuntabilitas, cepat dan efisien,” terang Erwin.

Tak sampai disitu, dalam acara yang dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Erwin juga menyampaikan dalam menuju smart city, Pemerintah Kabupaten terus melakukan berbagai perkembangan terhadap aplikasi Antara lain SAPA Banyuasin.

“Tahun 2017 ini kami punya SAPA Banyuasin” dimana aplikasi ini sebagai sistem untuk seluruh pegawai dan masyarakat umum dapat berinteraksi seperti media sosial lainnya, tiap pegawai dapat menyimpan file diberikan storage sampai 10 gb, menshare dokumen dan masyarakat juga dapat berkomunikasi langsung dengan pejabat Banyuasin, Seperti hal nya aplikasi medsos, Sapa menjadi pilihan bagi masyarakat Banyuasin dan pegawai untuk saling berinteraksi dan berbagi,” jelasnya.

Terakhir Erwin menawarkan kepada seluruh tamu undangan yang hadir jika ingin mengaplikasikan Sapa Banyuasin silahkan unduh di playstore pilih menu Sapa Banyuasin dan jalankan aplikasinya, juga mengajak kabupaten/kota lain untuk dapat melihat langsung pemilihan Kepala Desa serentak secara e-voting pada tanggal 16 November di 48 desa di Banyuasin.

Bupati Banyuasin SA Supriono sangat menyambut baik penghargaan ini dan menyatakan bahwa konsep kabupaten cerdas ini menjadi landasan awal kita untuk mewujudkan Kabupaten Banyuasin yang cerdas, cerdas pelayanan publiknya, cerdas masyarakatnya, cerdas ekonominya, cerdas lingkungannya, cerdas kehidupan dan insfrastrukturnya serta cerdas budayanya.

Yang paling penting adalah komitmen bersama untuk berinovasi menciptakan pelayanan publik yg efisien, mudah, akuntabel dan transparan serta dapat langsung dirasakan oleh masyarakat salah satunya pelaksanaan pilkades e-voting.

“Dengan adanya konsep kabupaten cerdas ini mempermudah Pemkab Banyuasin menuju kabupaten cerdas (smartcity) sampai 15 tahun kedepan,” pungkas beliau setelah menerima langsung penghargaan dari Kepala Kantor Staf Kepresidenan.

print