Mengkhawatirkan, SFC Dekat Zona Degradasi

0
53

Anugrah

beritasebelas.com,Palembang – Pekan ke-23 Liga 1, Sriwijaya FC gagal mencuri tiga poin di kandang PSM Makassar. Yu Hyun Koo dan kawan-kawan, justru kalah 0-2 dalam lawatan ke markas PSM Makassar, Stadion Andi Matalatta, Minggu 23 September 2018 sore.

Dua gol kemenangan tim berjuluk Juku Eja itu dicetak Saldi pada menit ke-21 dan Willem Jan Pluim di menit ke-88. Kekalahan ini semakin membuat Sriwijaya FC mendekati zona degradasi di posisi ke-14 dengan 27 poin.

Sriwijaya FC terpaut satu poin dari PSIS Semarang di peringkat ke-15 dan tiga poin dari Perseru dan PS Tira peringkat ke-16 dan 17, yang sama-sama mendulang 24 poin.

Sementara bagi PSM Makassar, kemenangan dari Sriwijaya FC membuatnya melesat ke posisi runner up klasemen sementara, dengan 38 poin menggeser Persija ke urutan tiga, dengan selisih satu poin.

Usai pertandingan, Pelatih Sriwijaya FC Subangkit mengungkapkan, seluruh pemain sudah bermain dengan bagus dan maksimal. Bahkan anak asuhnya juga berhasil menciptakan empat peluang, yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol. Namun sayangnya, pemain kurang konsentrasi dan tidak berada dalam posisi yang cukup baik, saat melakukan eksekusi ke gawang lawan.

“Meski PSM lebih dominan, kami sempat mendapat sejumlah peluang yang seharusnya menjadi gol,” ujar Subangkit pada jumpa media usai pertandingan.

Cak Su merujuk pada dua peluang Yogi Rahadian tinggal berhadapan dengan kiper PSM, Rivki Mokodompit. Begitu pun dengan striker Dzhalilov yang gagal memperdaya Rivki.

“Andai peluang itu jadi gol mungkin ceritanya bisa lain,” kata Subangkit.

Subangkit pun berharap pemainnya segera melupakan kekalahan dari PSM. Dia berharap semangat pemain tidak down karena kekalahan dari PSM Makassar.

“Saya mengharapkan, kekalahan ini tidak berdampak bagi psikologis pemain. Karena inilah pertandingan sepakbola dan mudah-mudahan kedepan kita akan lebih baik lagi,” ucapnya usai laga.

Arsitek asal Pasuruan, Jawa Timur ini juga mengakui, mereka memang cukup kesulitan dalam mengantisipasi pergerakan Willem Jan Plium yang menjadi motor serangan PSM. Sehingga dia bisa leluasa memberikan suplay bola kepada pemain yang berada didepan, dari berbagai sisi. Karena pergerakannya cukup liar dalam bermain.

print