Menteri Dalam Negeri Diberi Batas 7 Hari Pecat Ahok

0
101

kop-dalam-berita

oleh Rianto – poto Rianto

Beritasebelas.com, Palembang – Ribuan massa ormas Islam Sumatera Selatan kembali turun ke jalan dengan mengelar aksi demo di halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat 14 Oktober 2016.

Aksi demo di awali long march dari halaman Masjid Agung Palembang dengan menyusuri jalan Merdeka untuk menuju Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sepajang jalan para pendemo bernyanyi turunkan Ahok .. turunkan Ahok,… turunkan Ahok, dan melantunkan takbir serta selawat.

masa
[Massa ormas Islam saat mendatangi Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan]
Rombongan massa tiba dihalaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada pukul 13.45 Wib langsung di kawal oleh aparat kepolisian yang sudah berjaga-jaga di seputaran Kantor Rakyat yang berlokasi di Jalan Kapten A. Rivai Palembang.

Kedatangan para pendemo dari Ormas Islam tersebut, adalah menindaklanjuti aspirasi yang pernah di sampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 11 Oktober 2016 yang minta Presiden dan Menteri Dalam Negeri memberhentikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena telah melakukan penistaan terhadap Al Qur’an.

Dalam orasinya pimpinan Ormas Islam kembali minta agar pihak Kepolisian secepatnya memproses Ahok, dan kepada Menteri Dalam Negeri di beri tengat waktu 7 hari untuk melakukan pemecatan terhadap Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menanggapi desakan dari para pendemo pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang di Wakili oleh H ChairulS Matdiah, dan anggota DPRD lainnya yakni Mgs. Saipul Fadli, H Kartak, SAS, dan Surip Januarto akan mengawal aspirasi yang di sampaikan untuk segera menyurati Menteri Dalam Negeri dan Kapolri.

Massa menuntut apabila dalam tengat 7 hari Menteri Dalam Negeri belum menindaklanjuti tuntutan mereka, maka gelombang massa demo akan lebih besar lagi.

“Kami minta Mendagri segera memacat Ahok, dan Kepolisian segera memproses Ahok, kami beri tengat 7 hari,” ungkap Umar Said, Ketua FUI Sumatera Selatan di depan ribuan massa.

print